dan Tibalah

Puisi Heny Ayu Candrasasi*)
sesungguhnya kita telah sangat mengerti,
apa yang terseret waktu akan segera menjadi masa lalu,
senyummu,
gelak tawa kita,
pada akhirnya akan berlalu.
kebersamaan, tak ubahnya rerimbun dedaunan yang bertunas dan tumbuh bersama pada sebuah pokok pohon,
sekali waktu angin bertiup menggerisikan kita,
kali lain ia menanggalkan helai kita satu demi satu.
tak bisa memilih untuk tanggal atau tetap tinggal,
pun tak bisa meminta angin menerbangkan kita bersama,
kala kini kau tanggal,
tertiup angin menjauh dari pohon kita,
aku tinggal,
memandang pucuk-pucuk daun baru bertunas,
mensyukuri setiap detik waktu yang pernah kita lewati bersama.

*)Penulis pengelola blog Sendja

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s