Spongebob-isme: Sebuah Pengantar

image from google.co.id
Bikini Bottom adalah sebuah kota yang indah. Kota ini berada dalam lautan pasifik. Atau mungkin lebih tepatnya kota yang tenggelam di lautan. Hampir setiap orang dari berbagai umur menyukai kota ini. Bayangkan segerombolan mahkluk hidup yang gembira ria tinggal di selembar bikini yang melekat di bottom (=pantat). Saya termasuk yang menyukai tinggal dekat pantat itu.
Pagi itu, Bikini Bottom belum ramai. Spongebob hendak pergi ke luar. Mungkin hendak belanja bahan-bahan untuk membuat burger Kraby Patty. Sekembali dari “pergi ke luar” SpongeBob menemukan Patrick sedang asyik duduk menonton TV di restoran Krusty Krab.
“Jadi begini kerjamu? Duduk dan menonton TV?” sembur Spongebob pada Patrick.
“Hey, ini tidak segampang yang kamu lihat Spongebob. Kadang saya kehilangan remotenya, kadang saya harus memperbaiki antena tv, dan kadang pantat saya sakit!” jawab Patrick.
Spongebob merupakan tokoh sentral yang memiliki karakter polos, optimis, selalu ceria, dan memiliki prasangka baik terhadap siapapun. Tidak jarang Spongebob mendapat kesulitan karena terlalu “antusias” membantu orang lain. Di sisi lain, Patrick adalah tokoh yang didominasi karakter malas, bodoh yang mendekati idiot dan menimbulkan banyak kelucuan karena pertanyaan-pertanyaan atau jawaban “bodoh”. Percakapan Spongebob dengan Patrick seringkali “menyedihkan” seperti percakapan di atas. Dan percakapan menyedihkan itu menjadi humor segar yang dinikmati semua usia. Coba simak juga percakapan berikut ini:
Patrick : Spongebob? Psstttt, Spongebob? Pssst. Saya mau mengatakan sesuatu, sesuatu yang sangat penting!
Spongbob : Apa?
Patrick : Hai…
image from poster.net
Dan para penonton tertawa terpingkal menyaksikan “ketololan-ketololan” yang ada di Bikini Bottom. Penonton mentertawakan Patrick yang “idiot” mengucapkan “hai”. Atau tertawa mendengar jawaban Patrick yang membenarkan dirinya sendiri dengan alasan yang menurut kelaziman “tidak masuk akal”. Apakah percakapan yang ada di kartun Spongebob itu hanya lelucon biasa? Banyak pemirsa yang mengatakan “tidak”. Banyak pesan-pesan bernas yang belum saatnya dicerna pikiran anak-anak. Misalnya saja, mengapa kota dinamai “pantat (ber)bikini”? Atau mengapa tokoh yang begitu baik di kota lebih mudah dinamai “alat cuci piring”. Atau mungkin lebih tepatnya “sponge pengelap pantat?” Dan memang, pada kenyataanya orang baik hanya menjadi “alat pengelap pantat”. Itu sesuatu yang lucu. Begitulah SpongeBob-isme. Isme yang kental dengan nuansa sarkastis, sinis dan anarkis terhadap segala sesuatu yang dianggap tidak pada tempatnya. Di Bikini Bottom, hidup hanyalah lelucon menyedihkan dan tidak semua orang sanggup mengakuinya. Nasehat dan kata-kata bijak seringkali disampaikan. Kiasan dan kata-kata indah pun tidak kurang. Simak misalnya ucapan Spongebob,”jika kamu ingin terbang, maka yang kamu butuhkan adalah persahabatan.” Atau ucapan Sandy si tupai cantik,” Jika kamu ingin jadi sahabatku, maka jadilah dirimu sendiri.”
Tetapi kata-kata bijak semacam itu hanya membuat orang tersenyum dan tidak segera membuat orang beranjak bangkit dan tetap “status quo” seperti Patrick yang meraih penghargaan sebagai “Yang Tidak Melakukan Apa-apa dalam Waktu Paling Lama.” Hidup menjadi semakin tampak menyedihkan bukan? Dan kehidupan yang semacam itu membuat frustasi setiap orang. Yang rajin berbuat baik seperti Spongebob menjadi malas, tertular kemalasan Patrick. Yang malas menjadi semakin tidak perduli. Dan yang perduli namun tidak mampu berbuat apa-apa menjadi marah seperti Squidward. Simak saja percakapan Spongebob dengan Squidward berikut ini:
Spongebob : Adakah yang lebih baik dari “melayani dengan tersenyum”?
Squidward : Mati! Atau ada yang lain?
Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s