Puisi untuk My Mine

Puisi Tania Limanto

Dengan langkah perlahan,
dan ragu,
kususuri sungai ini,
tak tahu akan dibawa ke mana.

Awalnya aku mengira kalau aku bisa berhenti kapan saja, namun pada kenyataannya, dalam Kesunyian Indah, ketika malam tiba, di bawah rembulan, aku tertidur dan tak menyadari saat perahu bergerak terus menyusuri sungai dan tiba di Samudra Biru.


Saat itu,
sudah terlambat untuk berhenti,
dan tak kulihat lagi jalan kembali,
di ujung batas Samudra Biru,
di hulu air terjun Niagara.

Saat ini,
apalagi yang bisa kulakukan?

Aku mengira rasa ini bisa dihentikan, namun arus ini terlalu kuat, dan tak bisa kuhentikan. Aku pejamkan mata, dan saat itu, detik itu, aku ingin percaya Tuhan itu ada, agar dia bisa menghentikan rasa rindu ini, agar dia bisa memutuskan rasa rindu ini.

Dan / aku / terjun /
/terjatuh/
/ke dasar/
/air terjun Niagara //

Iklan

2 thoughts on “Puisi untuk My Mine”

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s