Kondangan

Flash Fiction Ragil Koentjorodjati

ilustrasi dari static.allbackgrounds.com
Anak Pak Lurah sebentar lagi nikah. Kami semua bersuka ria, bersiap turut kondangan setelah sebulan tidak cukup makan.
Amplop telah disiapkan. Sepuluh ribu terlalu sedikit untuk Pak Lurah. Ibu biasanya menyumbang dua ribu untuk tetangga yang samasama kekurangan. Kali ini Ibu meminjam uang Pakdhe lima puluh ribu dengan jaminan sendok dan garpu.
Tidak ada yang lebih menyenangkan pada saat kondangan bahwa dengan sedikit isi amplop kami akan membawa pulang banyak bungkusan.
Pada hari H, kami duduk memisah. Bukan sebab kami orang susah, tetapi kami tidak mau jika duduk di depan dianggap sebagai orang peminta sedekah.
Pak Lurah tersenyum bangga. Rakyat memujanya seperti raja. Ia peluki siapa saja. Dan kami pulang tiada membawa apaapa.

24 Nov 2011

Tulisan Terkait:
Kenduri
Kumbakarna Gugur

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s