pada malam ketika purnama tinggal sepotong

Puisi Ragil Koentjorodjati

Ilustrasi dari almascatie.wordpress.com
Pada malam ketika purnama tinggal sepotong,
kutitipkan senyum di rembulan.

Bukan getir,
sungguh itu senyum terbahagia yang pernah dapat kurangkai,
Meski patah di ujungnya.
Aku menatapnya,
selalu menatapnya ketika purnama tinggal sepotong,
berharap penuh senyum itu menyempurna

Dan aku pulang ke peraduan.
Adalah luka yang kembali nganga,
menjagaku tetap terjaga,
penggalan senyumku masih tertinggal di sana,
pada malam ketika purnama tinggal sepotong.
Aku mengintipnya,
mencoba meraihnya
siasia

Pada musim ketika angin tak lagi berhembus dari barat daya,
sesuatu mencuri rembulan,
aku kehilangan senyumku yang tersempurna.

17 Nov 2011

Puisi Lain:
ketika pada suatu ketika
Jika
Sajak Rembulan Merah

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s