bayanganmu dalam ayunan

Ketika Sepenggal Sajak Terpotong Senja

Puisi Ragil Koentjorodjati

bayanganmu dalam ayunan
Ilustrasi dari dayu_ledys_blogspotdotcom
Seorang gadis cilik naik ayunan,
tubuhnya yang mungil meregang, mencoba tegak melawan ketidakseimbangan.
Kaki menegang ke bawah, sedikit lebar mengangkang,
tangan memegang tali di kanan kiri kepala, sedikit lebar terentang.

Aku melihatnya seperti ‘the vitruvian man’
Ia sedikit menahan tangis ketika dengan segala daya upaya, ayunan tidak terayun.
Bocah lain tertawa, usianya sedikit lebih tua.
Gadis mungil tak berdaya,
Ia mencoba meniru dari sesuatu yang pernah dilihatnya,
dari yang lebih tua, dari yang lebih bisa,
Ia meniru gerak dalam ingatannya tentang bagaimana berayun dan mengibarkan gelombang di rambutnya.
Badan sedikit membungkuk, memusatkan tenaga di kedua kakinya,
Awalnya hanya sedikit bergoyang, kemudian perlahan mulai melayang,
Tak berapa lama, ia sudah merasa bagai terbang.

Lalu saya berpikir, mengapa saya tidak suka orang yang meniru orang lain,
mungkin itu langkah awal orang untuk menjadi dirinya.
Dengan sedikit terlambat di usia senja,
seseorang menjadi dewasa pada usia yang tidak sama.
Lalu saya rindu bermain ayunan di belakang rumah yang, entah, sudah berapa tahun saya lupakan.

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s