Bapak, Ibu, Redoxon dan kaum Lumbricus

Puisi Kayana Octora Nirwasita

Sederhana,

Hingga usiaku yang sudah melewati seperempat abad peradaban, tak pernah bisa dengan pasti menjabarkannya.
Selalu saja meraba-raba, sederhana itu berbentuk apa dan dengan warna apa.

Karena jika bicara bentuk dan warna, maka akan nampak  seperti membicarakan diri sendiri.

Seperti membicarakan wajahku, yang sebagian orang katakan sangat mirip dengan Bapakku. Hampir semuanya. Termasuk warna putihnya kulit Bapak.

Hanya saja aku tidak beruntung memiliki hidung bangirnya. Tidak beruntung memiliki postur tubuhnya yang jangkung.

Untuk wajah dan kulit, aku beruntung memiliki gen dari Bapak, namun untuk postur, rupanya gen Ibu lebih mendominasi. Tinggi tubuh yang sederhana, karena jauh dari kata semampai.

Sederhana,

Jika aku boleh menuangkannya dalam sebuah warna. Pasti kupilih menuangkannya  dalam warna hijau. Hijau selalu sederhana saat berbentuk sebagai daun, yang mampu mengenapi teori  bernama fotosintesis.

Namun, ada masa ketika hijaunya daun, harus mengalah dengan warna kuning. Sebuah semiotika warna tentang berakhirnya masa berkembang. Dan mendekati masa untuk gugur. Jatuh terhempas ke tanah, kemudian berinteraksi dengan mahluk melata dari kaum Lumbricus.

Awalnya aku kira, berbicara tentang sederhana akan mudah, bila seperti membicarakan diri sendiri.

Tapi aku salah,

Bahkan aku makin merasa ambigu memaknainya.

Ehmm…tiba-tiba saja, terlintas di ingatanku. Kejadian yang berasal dari dimensi bernama masalalu.

“ Aku pergi training hanya 4 hari saja, oh iya Redoxon ini untukmu. Cuaca akhir-akhir ini begitu extrim. Minumlah vitamin ini, agar kamu tetap fit. “

Dia menyodorkan sebuah botol suplemen vitamin, sebelum memasuki ruang tunggu.

Redoxon…sederhana.

Mungkinkah  sederhana lebih mirip suplemen vitamin yang disodorkan padaku. Atau seperti sederhananya tinggi badanku yang berasal dari gen Ibuku.

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s