Arak, Alkitab Terjemahan, Taoisme, Socrates, dan Lain-lain

Gerundelan John Kuan

 Buddhisme pantang arak, Taoisme tidak.     Taoisme bukan saja tidak pantang arak, bahkan seperti ada semacam ungkapan: Arak merawat hidup. Perkara ini terlalu rumit, sulit dibela.
     Namun di dalam Kitab Puisi ( Shijing ) ada sebuah puisi [ Bulan Tujuh ] dengan bait-bait begini:

bulan sepuluh panen padi
demikian kita buat arak musim semi
agar umur panjang alis melambai

Menurut Zheng Xuan ( 127 – 200 ), penafsir kitab kuno dari Dinasti Han yang sangat berpengaruh ini, menggunakan padi menyuling arak adalah tindakan benar, [ sebagai alat untuk membantu merawat usia ], Zhu Xi ( 1130 – 1200 ), filsuf terkenal dan juga penafsir kitab kuno dari Dinasti Song memberikan anotasi yang kurang lebih serupa. Pokoknya ada mengabarkan berita-berita merawat hidup, terutama diperlukan ketika merawat orang berumur. Tao Yuanming ( 365 – 427 ), sering juga dipanggil Tao Qian, penyair kita yang doyan arak ini memberi peringatan dalam puisinya, minum arak belum tentu bisa merawat hidup: bukan alat panjang umur! Katanya. Tetapi ada teks lain menulis: bukanlah alat pendek umur! Teks-teks simpang siur ini membuat maksudnya tidak jelas, tapi kalau menunjukkan tidak baik buat tubuh pasti tidak salah. Perkara ini makin rumit, sulit ada kesimpulan adil.
     Saya pernah membaca sebuah syair yang bercerita tentang perbedaan pandangan Buddhisme dan Taoisme terhadap arak, dan sebagainya dan seterusnya, ditutup dengan dua baris ini:

Minum arak belajar dewa,
pantang arak belajar Buddha.

Sikap ini memang sedap dan nyaman, namun baik dewa ataupun Buddha, itu hanya alasan saja, jadi boleh dikatakan sudah sejajar dengan permintaan Guru: sesuka hati tanpa harus melampaui norma. Silakan buka Lunyu: Bab II pasal 4

*
     Ada juga biksu yang ingin mencicipi arak dan daging, tentu sangat tidak patut, maka arak disebut [ sup prajna ], ikan disebut [ bunga rajutan air ], dan ayam disebut [ sayur penyusup pagar ]
     Su Shi ( 1037 – 1101 ), penyair Dinasti Song yang jujur, romantis, tapi sengsara ini terpaksa kritik:
” Membohongi diri sendiri, hanya menjadi bahan tawa dunia. ”
     Kemudian menambahkan: ” Ada juga orang demi kebohongan memainkan pena dengan nama-nama indah, apa bedanya dengan ini? ”
     Saya juga pernah diajak mencicipi berbagai macam daging olahan gluten di restoran vegetarian, tapi sering saya tolak, tidak sedap sambil makan terkenang-kenang Su Shi. Urusan ini sampai di sini saja, terlalu sensitif, tidak baik dilanjutkan.

*
     Ketika Torres berumur dua tahun, anak Spanyol ini dipastikan sebagai reinkarnasi Lama Thubten Yeshe, kemudian dikukuhkan sebagai pemimpin biara, itu adalah kejadian tahun 1987, dan ini sudah pernah saya tulis.
     Anak lelaki ini lahir di Granada, Andalusia, dunia tua agama Katolik. Namun, dia ternyata adalah reinkarnasi Lama Yeshe, kemudian menetap di Nepal, terkesima dan antusias ini juga pernah saya ceritakan.
     Beberapa tahun kemudian, saya pernah membaca berita Lama cilik kita ini menerima undangan Taipei. Kalau tidak salah waktu itu dia baru enam tahun. Para tukang gossip berbodong-bondong pergi bertamu, tentu membawa hadiah. Menurut desas-desus hadiah yang paling disukai Lama cilik kita yang berumur enam tahun ini, masih juga segala macam mainan, samasekali tidak berbeda dengan anak-anak lelaki umur enam tahun umumnya.
     Ini adalah satu hal yang hangat dan menyentuh hati, di dalam dunia nyata kita.
     Dia pernah menunjuk dan memastikan satu per satu benda-benda kudus dari hidup lalunya yang belum selesai, mahkota, tongkat, japa malas, jubah, dan sebagainya. Mungkin itu cara ajaibnya menunjukkan dirinya adalah Lama reinkarnasi, bisa dipahami. Sekarang dia menyukai mainan-mainan plastik, warna-warni pesawat terbang, mobil, dinosaurus, dan makhluk-makhluk aneh lain, terutama Ninja Turtle ( Waktu itu Transformers belum kesohor, Ben-Ten dan kawan-kawan Jepang yang lain juga belum ) yang disukai setiap anak lelaki. Ini juga sepenuhnya bisa dipahami. Selain sebagai reinkarnasi Lama, Torres tetap adalah seorang anak lelaki sehat berumur enam tahun dari Granada.

*
     Di dalam Perjanjian Baru tidak banyak menemui kisah tentang masa kanak-kanak Yesus. [ Injil Matius ] setelah menceritakan tanda-tanda kudus kelahirannya, selanjutnya adalah Yohanes Pembaptis tampil, berkotbah di padang gurun Yudea, katanya: ” Kerajaan Allah sudah dekat, bertobalah kalian. ” Kemudian adalah Yesus dibaptis di Sungai Yordan. [ Injil Matius ] dimulai dengan Yesus dibaptis, jadi sudah dewasa: Begitu keluar dari air, seketika melihat langit retak terbuka, Roh Kudus bagai merpati, turun di atas tubuhnya, lalu ada suara datang dari Langit berkata, kaulah anakKu yang Kukasihi, Aku berkenan padamu. Selanjutnya adalah percobaan empat puluh hari itu.
     Narasi [ Injil Yohanes ] kian padat dan ringkas. Dan salah satu bagian yang menceritakan percakapan Yesus dengan ibunya, adalah untuk mengubah air di dalam tempayan batu menjadi anggur, dan ini adalah mujizat pertama yang ditunjukkan Yesus. Saat itu Yesus telah memiliki pengikut, jadi juga sudah dewasa. Awalnya ibu Yesus berkata kepadanya: ” Mereka kehabisan anggur. ” Ternyata Yesus menjawabnya: ” Ibu, aku apa pula sangkut-pautnya dengan kamu? Waktuku masih belum tiba. ”
     Yesus ketika berumur dua belas tahun sudah mengucapkan kata-kata luar biasa, kisah ini dapat ditemui di dalam [ Injil Lukas ]. Paskah tahun itu, orang tuanya seperti biasa berangkat ke Yerusalem merayakan. Sehabis hari raya, di dalam perjalanan pulang ke Nazaret, mereka sangka Yesus ada di dalam rombongan mereka. Setelah berjalan satu hari, baru menyadari dia tidak ada, buru-buru kembali ke Yerusalem mencarinya. Lewat tiga hari, akhirnya menemukan dia duduk di dalam bait Tuhan bertanya jawab dengan guru-guru. Ibunya berkata: ” Anakku, mengapa engkau berbuat demikian kepada kami? Lihat, ayahmu dan aku begini cemas datang mencarimu! ”
     Yesus yang dua belas tahun berkata: ” Mengapa engkau mencari aku? Tidakkah engkau tahu aku harus selalu dalam urusan Bapa-ku? ”

*
    Maksud Yesus mengenai [ selalu dalam urusan Bapa-ku ], adalah [ bertanggung jawab terhadap Tuhan ]
    Begini sadar diri dan serius, luar biasa, beberapa kata ini dengan [ aku apa pula sangkut-pautnya dengan kamu ] di kemudian hari saling menyahut, membuat orang tercengang dan salah tingkah, tentu ketakutan, dan murung. Ketika Yesus masih di dalam gendongan, ibunya membawa dia keluar, bertemu Simeon; orang yang benar dan saleh itu. Simeon sudah tahu dia adalah Kristus, mengucapkan banyak kata-kata pujian, terakhir berkata kepada ibunya: ” Hatimu juga akan ditusuk tembus sebilah pisau. ”
     Namun, [ Injil Lukas ] dengan jelas menulis, Yesus sejak pulang dari Yerusalem, patuh kepada orang tuanya. Namun, hati yang ditusuk tembus sebilah pisau, adalah sakit tak terperikan seorang ibu yang harus mengalami anaknya menderita, menembus dosa, berdarah, mengorbankan diri.

*
     [ Ibu, aku apa pula sangkut-pautnya dengan kamu? Waktuku masih belum tiba ], Bagian ini saya terjemahkan langsung dari Alkitab Bahasa Mandarin terbitan awal abad ke-20, kemungkinan adalah terjemahan dari Versi King James, ternyata agak berbeda dengan New American Standard. Versi Bahasa Inggeris terbaru ini seandainya saya yang menerjemahkan, akan begini: ” Kamu jangan beritahu apa yang mesti aku lakukan. Waktuku masih belum tiba. ] Artinya, Yesus masih dalam masa persiapan, sesaat itu masih belum ingin menunjukkan dia mampu menciptakan mukjizat. Namun, beberapa waktu kemudian dia terpaksa juga menunjukkan, maka air pun menjadi anggur, itulah mukjizat pertama yang dia tunjukkan.

     Yesus patuh pada orang tuanya.

     Versi Bahasa Inggeris menggunakan kata sifat obedient, buat menegaskan ketika menghilang dalam perjalanan dari Yerusalem menuju Nazaret, serta kata-kata yang dilontarkan kepada ibunya di bait Tuhan memang sedikit tidak patut, setelah pulang bersama, sekarang dia sudah baik, sudah patuh pada orang tuanya.

*
     Perjanjian Baru dalam terjemahan Bahasa Mandarin menggunakan kata ini: 顺从 ( baca: shùn cóng; artinya patuh ), tidak menggunakan kata: 孝顺 ( baca: xiào shùn; mungkin saya boleh artikan: berbakti ), saya rasa para penerjemah pasti tidak begitu suka dengan kata 孝 ( berbakti ) ini, konsep ini, tradisi besar ini. Dan memang, ‘ berbakti ‘ adalah ide dasar dan implementasi dalam ajaran Ru ( Konghucuisme ), sangkut-pautnya sangat luas dan dalam, setiap sudut bersenggolan dengan agama Kristen ( misalnya penyembahan leluhur ), seandainya bisa menghindari kata ini, lebih baik dihindari saja. Para penerjemah Perjanjian Baru pasti sangat jelas dan bijak.

*
     Para penerjemah awal itu bukan saja bijak, tetapi juga sangat menguasai pengetahuan Cina Klasik, kadang-kadang bahkan sangat berkesan dan dalam.
     [ Injil Yohanes ] dalam Versi King James begitu mulai sudah berkata, pada mulanya adalah Logos; Logos ini bersama-sama dengan Tuhan, dan Logos itulah Tuhan. Pada mulanya Tuhan dan Logos adalah bersama-sama. Kemudian melanjutkan, Tuhan melalui Logos menciptakan segala benda.
     Logos di dalam puisi maupun prosa Yunani Kuno, seperti karangan Homer, Thucydides, Pindar, Plato dan sebagainya, artinya tidak keluar dari [ kata ], [ bahasa ], [ ungkapan ], [ gagasan ], [ janji ], [ percakapan ], [ kisah ], [ sejarah ], lalu berkembang menjadi [ pikiran ], [ sebab-musabab ], dan [ penalaran ] sejenis pandangan-pandangan yang sangat abstrak.
     [ Injil Yohanes ] berkata Logos pada mulanya sudah ada. Tetapi dalam terjemahan Bahasa Inggeris Versi King James tidak tahu bagaimana memanggilnya, sebab dia bukan cuma [ kata ], juga bukan cuma [ gagasan ], sebaliknya dia seperti mengandung makna yang pertama dan memiliki berbagai penjabaran yang kedua. Oleh sebab itu Versi King James kewalahan, lebih baik tidak usah diterjemahkan saja, langsung disebut Logos. Di dalam versi New American Standard yang lebih mengarah ke bahasa sehari-hari, lalu mengubah kata Yunani itu menjadi Word, dengan begitu hanya dapat menangkap makna [ kata ], sekalipun dengan huruf kapital, dan membawa sedikit aroma misterius.
     Berbagai macam semangat melakukan percobaan ini perlu didukung, namun hasilnya seperti kurang memadai. Terus terang, kalau dibandingkan dengan versi terjemahan Bahasa Mandarin, masih kalah. Coba lihat pembukaan [ Injil Yohanes ]: Pada mulanya adalah Tao; Tao ada bersama-sama Tuhan, Tao itulah Tuhan. Tao ini pada mulanya bersama-sama Tuhan, segala benda melalui dia diciptakan…

*
     Entah dapat ilham dari mana, begitu saja sudah bisa memancing masuk kata [ Tao ], sempurna, semua kegalauan dalam terjemahan Bahasa Inggeris langsung terurai. Bukan demikian saja, bahkan bisa menghubungkan ajaran agama Kristen dengan intisari budaya Cina pra-Qin, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, ujung pangkal semuanya Tao, dan bukan hanya umat-umat biasa yang memuji, saya duga cendekia-cendekia tradisional juga ikut terpukau, siapa tahu.

*
     Lao Zi: ” Ada sesuatu berbaur jadi, sebelum Langit dan Bumi lahir…… Aku tidak tahu namanya, kusebut saja Tao. ” Kemudian: ” Tao melahirkan satu, satu melahirkan dua, dua melahirkan tiga, tiga melahirkan segala benda.
     Ini dengan [ Tao itulah Tuhan. Tao ini pada mulanya bersama-sama Tuhan, segala benda melalui dia diciptakan ] walau ada perbedaan tingkatan, namun sepintas akan membuat orang sangka membicarakan hal yang sama. [ Injil Yohanes ] memang berbeda dengan penulis Injil yang lain, gigih menyatakan Yesus adalah Logos Tuhan, menjelaskan Yesus adalah anak Tuhan, sebagai juru selamat, Tuhan melalui dia memberi orang hidup kekal, dan sebagainya dan sebagainya. Konsep ini ( bagi orang-orang terpelajar dalam tradisi Konghucuisme ) adalah tidak masuk akal, sebab di dalam ajaran Ru tidak ada jurusan ini. Namun, Dao De Jing pasal 4 ternyata juga blak-blakan: [ Tao adalah hampa, dan bila digunakan, hindari penuh. Begitu dalam! Bagai muasal segala benda./ Tumpulkan ketajaman, uraikan kekusutan, seimbangkan terang, berbaur ke dalam debu./ Begitu bening! Tao seakan terus ada, aku tidak tahu dia anak siapa, seakan tampil sebelum raja Langit. ]
     Seperti pernah mengenalnya?
     Bisa jadi banyak orang-orang terpelajar tradisional menyangka ini adalah itu, sama-sama ——— Guru berkata: Pagi mendengar Tao, malam sudah boleh mati! Silakan buka Lun Yu Bab IV pasal 8.

*
     Menerjemahkan Logos yang berasal dari Yunani menjadi Tao, kemudian ditambah dengan berbagai penjelasan, tentu sangat bijak dan cerdas, juga tampak maksud di baliknya.
     Namun, mesti juga tahu [ Tao yang bisa diucap, sudah bukan lagi Tao]

*
    Saya masih terus melacak perihal anak Spanyol yang Lama reinkarnasi itu, sudah bertahun-tahun tapi belum luntur, salah satu sebab adalah saya suka semacam transcendental mysticism yang dibawanya.
    Menurut sebuah berita yang saya baca ketika dia berkunjung ke Taiwan, adalah untuk mengumpulkan sumbangan buat mendirikan patung besar Buddha Maitreya di India.
    Patung besar Buddha Maitreya? Tidak tahu seberapa besar. Saya juga sering bertemu dengan patung-patung Buddha yang sangat besar. Selalu merasa patung tidak usah terlalu besar; besar belum tentu indah. Saya pernah melihat sebuah patung kecil Buddha Maitreya di luar Kuil Lingyin ( 灵隐寺 ) di Hangzhou, indah sekali.
    Karya seni di luar seni patung religi juga demikian, besar belum tentu indah.
    Walau patung perunggu di sudut-sudut kota Paris tak terhitung, tetapi patung Jeanne d’Arc yang tidak seberapa besar tetap sangat mengesankan sekalipun berada di antara gedung-gedung megah. Dia dengan baju perang di atas kuda, memancarkan semacam kharisma, ini adalah keindahan ekstrim yang lain.

*
    Venus de Milo.
    Saya rasa yang belajar seni lukis pasti pernah melukisnya. Rupa Venus tidak seragam, yang ini ditemukan pada tahun 1820 di Milos, sekarang disimpan di Museum Louvre. Patung ini tidak terlalu besar, sempurna di dalam keindahan yang cacat, dewi cinta ini mungkin jauh lebih kecil daripada yang dibayangkan.
    Di Museum Louvre juga ada patung Socrates setengah badan, dan Apollo, dan Athena, kalau tidak salah. Apollo, dewa matahari ini tidak berbeda dengan umumnya patung Yunani, telanjang bulat; Athena lilit sehelai kain panjang yang tipis, kerutannya sangat alamiah, kaki memakai sandal. Athena disebut sebagai dewi pelindung kota Athena, tetapi lebih sering sebagai dewi pelindung semua kota di Yunani.

*
    Athena.
    Athena di dalam mitologi Yunani sangat tidak lazim.
    Dewa utama Olimpus, Zeus selalu takut isterinya Metis akan melahirkan seorang anak yang lebih kuat dari dia, suatu hari setelah bersetubuh, dia menelan isterinya utuh-utuh ke dalam perut, walaupun katanya telah dijelma jadi serangga. Tidak tahu lewat berapa lama, Zeus sakit kepala, memerintah Hephaestus ( ada yang bilang Prometheus ) dengan kapak membelahnya, dari batok kepala yang terbuka, keluar seorang bayi perempuan, yaitu Athena
     Athena selain sebagai dewi pelindung kota, juga sebagai dewi seni dan kerajinan ( terutama tenun dan anyaman ), dan dewi pencipta suling. Dia bermata biru, dingin jelita, selalu dalam pakaian perang, pegang tombak dan perisai. Ini adalah rupa yang sering ditemui. Beberapa tahun yang lalu saya pernah melihat Athena yang tampak samping di dalam sebuah buku, dari tembaga tua, penuh ditutupi bercak, namun sangat indah, membuat orang tidak berani terus menatap.

*
     Apollo tentu adalah dewa matahari, juga merangkap pengobatan, musik, seni panah. Kadang-kadang dia juga sebagai dewa pelindung ternak dan pertanian. Apollo adalah lambang tertinggi kebenaran dan moral, melindungi kebaikan, mengusir kejahatan, menetap di Delfi sebagai Orakel.
     Ketika Socrates dituduh merusak generasi muda Athena, tetap tampil sendiri di pengadilan membela diri. Dia berkata: ” Saya bisa terkenal, tidak lebih karena saya bijaksana melampaui orang. ” Riuh rendah seketika di dalam luar pengadilan.
     ” Kebiijaksanaan yang seperti apa? Hanyalah kebijaksanaan manusia biasa! ” Socrates melanjutkan: ” Saya mungkin saja memiliki kebijaksanaan yang begini, tetapi yang dimiliki oleh orang-orang yang tadi saya sebut itu bisa jadi adalah kebijaksanaan manusia luar biasa, siapa tahu; kebijaksanaan begitu saya tentu tidak punya. Mengatakan saya memiliki kebijaksanaan manusia luar biasa adalah tidak benar, berarti sedang menghancurkan karakter saya. Harap tenang, saudara-saudara, sekalipun kalian  sangka saya sedang berbual. Berikutnya saya akan menceritakan suatu hal tapi bukan pengalaman sendiri, sebenarnya sumbernya sangat bisa dipercaya. Saya ingin meminjam nama dewa Delfi untuk menunjukkan kebijaksanaanku, yang masih ada, atau semacamnya. Kalian pasti sudah tahu Chaerephon, dia adalah kawan saya sejak kecil, juga adalah kawan kalian yang bersama-sama pulang dari pembuangan, bukankah begitu? Wataknya kalian pasti sangat jelas, segala hal tanpa tedeng aling-aling. Suatu kali dia pergi ke Delfi dan berusaha bertanya kepada Orakel ——— harap tenang, mohon jangan ribut, saudara-saudara ——— dia bertanya pada Apollo, apakah ada orang yang lebih bijak dari saya, Orakel berkata memang tidak ada orang lebih bijak daripada Socrates. Sayang Chaerephon sudah mati, saudaranya ada di pengadilan ini dan bisa menjadi saksi ”
    Demikianlah hubungan Socrates dan Apollo. Percakapan di atas dikutip dari catatan Plato.

*
    Ketika Socrates maju ke depan pengadilan membela diri usianya sudah tujuh puluh tahun, yaitu 399 Sebelum Masehi
    Dewan juri pengadilan kali itu sangat ramai, mencapai 501 orang. Di antara mereka selain orang-orang Athena yang mengadukan Socrates, juga ada sahabat-sabahat dan murid-muridnya yang mendukung. Musuh-musuh Socrates biasanya disebut kaum sofis. Hari itu Plato dan Xenophon termasuk sahabat-sahabat dan murid-muridnya yang ikut duduk di dewan juri.
     Seusai perkara, Plato berdasarkan pendengaran sendiri menulis [ Apologia ]

*
    Hubungan Xenophon dan Socrates ——— dan Apollo.
    Xenophon yang ingin ikut Cyrus berperang ke Persia, bertanya kepada Socrates. Socrates tahu Cyrus berhubungan baik dengan Sparta, jika menganjurkan muridnya ikut berperang, pasti akan disalahkan orang-orang Athena, dia lalu menyuruh Xenophon berangkat ke Delfi meminta petunjuk Apollo. Xenophon yang sudah kukuh pendirian, bertanya kepada Apollo: ” Aku mesti berdoa dan melakukan persembahan kepada dewa yang mana, agar bisa dengan terhormat pergi perang, dan selamat pulang? ”
     Apollo berkata: ” Berdoa dan lakukan persembahan kepada dewa yang bersangkutan sudah cukup ”
     Xenophon beritahu Socrates perihal tanya jawab dengan Apollo ini, Socrates memarahi dia kenapa tidak bertanya perjalanan ini berbahaya atau tidak, malah membuat keputusan sendiri,  bertekad ingin pergi. ” Baiklah! ” Kata Socrates: ” Sebab kamu sudah bertanya demikian, maka ikutilah petunjuk dewa! ”

*
     Xenophon berangkat berperang ke Persia di tahun 401 Sebelum Masehi. Pangeran Persia Cyrus mengerahkan sepuluh ribu prajurit Yunani yang terutama terdiri dari orang Sparta, menerjang ke timur, tujuannya adalah untuk merebut tahta dari saudaranya. Pasukan ini langsung menusuk masuk, mereka menyeberangi Sungai Eufrat tiba di Babylon, tanpa rintangan berarti. Namun dalam Pertempuran Cunaxa hancur tercerai-berai. Cyrus mati dalam perang, prajurit-prajurit Yunani berputar ke arah utara, bergerak mundur menyusuri Sungai Tigris, makin dalam terjerumus di sekitar Laut Hitam, membelakangi air bergerak ke barat, terus terbirit-birit masuk Byzantium, terakhir baru perlahan bergerak balik ke Yunani. Perjalanan ini disebut sebagai salah satu long march terpanjang dalam sejarah manusia. Xenophon di masa tua menyelami hati menulis [ Anabasis ] merekam peristiwa ini.
     Menurut catatan, Xenophon kembali ke Athena adalah tahun 399 Sebelum Masehi, itu adalah tahun Socrates dituduh, membela diri di pengadilan, mati dihukum minum racun.
     Tidak lama setelah Socrates mati, Xenophon juga dibuang, dosanya adalah ikut dalam perang Cyrus ke Persia dan bekerja sama dengan orang Spartan. Kalau begitu, maka yang dirisaukan Socrates sebelumnya bukan samasekali tanpa alasan.

*
     Xenophon muda sangat cerdas, tetapi bukan termasuk paling menonjol
     Suatu hari Socrates gandeng tongkat berputar-putar di jalanan Athena, bertemu dengan Xenophon di lorong sempit, dia lalu rintang tongkat menghalangi Xenophon, sambil tersenyum bertanya: ” Kemana bisa cicip arak, kemana bisa beli sandal ” dan berbagai macam pertanyaan, anak muda agak malu, tetapi jawabannya mengalir lancar. Socrates lalu memutar pertanyaannya, kemana bisa menciptakan manusia yang indah dan bijak. Xenophon tidak bisa menjawab.
     Socrates berkata: ” Ikuti aku, kuajari! ”

Iklan

One thought on “Arak, Alkitab Terjemahan, Taoisme, Socrates, dan Lain-lain”

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s