Korupsi dan Penumpulan Akal Sehat

Gerundelan John Kuan

Selama bertahun-tahun membaca catatan-catatan sejarah Cina, ada dua peristiwa yang tidak bisa hilang dari pikiran. Mungkin disebabkan kedua hal ini sangat sulit dijelaskan, berhubungan dengan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan kehilangan akal sehat. Tetapi sesungguhnya siapa yang benar-benar bisa menjelaskan ketamakan manusia:

ilustrasi diunduh dari 4.bp.blogspot.com

Di ujung musim semi tahun 777, salah satu perdana menteri terkorup dari Dinasti Tang bernama Yuan Zai ( 元载 ) terjerembab dari puncak kekuasaannya. Dia dihukum mati, demikian juga isterinya, dua orang anaknya, sanak keluarga dekat dan jauh, juga orang-orang yang pernah menggelayut di dahan gemuknya mengisap kuasa dan korupsi. Harta bendanya disita, rumah-rumah dan kantor-kantornya digeledah, dari semua barang-barang langka dan mewah yang disita, ini paling mengejutkan: Tukang sita menemukan 800 Dan merica yang ditimbun di salah satu kantornya ( semacam mahkamah agung ). Ini adalah salah satu bukti sejarah korupsi yang paling aneh, menggelikan dan absurd. Sekarang mari kita hitung-hitung 800 Dan merica dengan ukuran timbangan masa kini. 1 Dan sama beratnya dengan 79.320 gram, 800 Dan sama dengan 63.456.000 gram, berarti sekitar 63 ton. Jumlah ini mungkin cukup untuk konsumsi seluruh penduduk Chang’an selama satu tahun. Saya tidak habis pikir kenapa Yuan Zai mau menumpuk begitu banyak merica, menyimpan 63 ton merica sebagai hasil korupsi tentu sangat merepotkan. Tetapi dari catatan sejarah kita tahu Yuan Zai sangat cerdas, dia dari keluarga miskin, dia memanjat ke puncak birokrasi dari tingkat paling rendah. Tetapi kenapa dia bisa berakhir demikian. Setelah memendam bertahun-tahun tanda tanya ini, akhirnya saya coba membuat sebuah kesimpulan yang sangat berani: Korupsi ternyata bisa menumpulkan akal, bisa membuat orang jadi bodoh; dia pasti merasa dirinya paling cerdas sehingga merasa bisa membohongi seluruh dunia.

Satu lagi adalah perdana menteri dari Dinasti Ming bernama Yan Song ( 严嵩 ), ceritanya kurang lebih sama, hanya saja tidak demikian tragis seperti Yuan Zai, tetapi bukti korupsinya sama anehnya, sama menggelikan, sama absurdnya. Setelah dipecat dari jabatan dan dijebloskan ke penjara, dari rumahnya disita setumpuk sumpit, jumlahnya sangat mencenggangkan, ini saya beri daftar isinya:
sumpit emas 2 pasang, sumpit gading berhias ukiran emas 1.110 pasang, sumpit bertahta permata 10 pasang, sumpit gading 2.691 pasang, sumpit bambu bintik 5.931 pasang, sumpit gading berhias ukiran perak 1.009 pasang, sumpit kayu eboni 6.896 pasang, sumpit kayu merah 9.510 pasang, total 27.159 pasang, kalau tidak salah hitung. Yan Song adalah kolektor nomor satu dalam 3.000 tahun sejarah sumpit yang tercatat di dalam lembaran sejarah. Apakah korupsi ada hubungannya dengan nafsu makan, saya tidak tahu, agaknya perlu di dalami. Tetapi korupsi berhubungan dengan penumpulan akal, saya kira bisa diterima.
Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s