Kwatrin Musim Gugur

Setelah mendapat contoh puisi bentuk tanka, kali ini RetakanKata menampilkan puisi bentuk kwatrin yang diambil dari buku kumpulan puisi Goenawan Mohamad.

(1)

Di udara dingin proses pun mulai: malam membereskan daun
menyiapkan ranjang mati.
Hari akan melengkapkan tahun
sebelum akhirnya pergi.

(2)

Kini akan habis matahari
yang membujuk anak ke pantai.
Tinggal renyai.
Warna berganti-ganti. Dan engkau tak mengerti.

(3)

Pada kalender musim pun diam.
Pada kalender aku pun bosan.
Di bawah daun-daun merah, bersembunyi jejak-Mu singgah
Sunyi dan abadi. Musim panas begitu megah.

(4)

Kabar terakhir hanya salju.
Suara dari jauh, dihembus waktu.
Kita tak lagi berdoa. Kita tak bisa menerka.
Hanya ada senja, panas penghabisan yang renta.

 

 

Autumn Quatrains

(1)

And so, in the cold, the process begins: the night arrays the leaves,
making the death bed.
Day will end the year
befor it finally departs.

(2)

Soon it will die,
the sun that herds children to the beach.
Leaving only drizzle.
Shifting colors. And you do not understand.

(3)

On the calendar the season is mute.
Even I am bored with the calendar.
Beneath the red leaves, Your footprints are buried,
still and unchanged. The summer was so great.

(4)

The latest news is snow.
A distant murmur, ushered by time.
We pray no more. We fail to know.
We have only dusk, the worn-out final heat.

 

 

(Diambil dari Goenawan Mohamad: Selected Poems)

 

 
Membaca puisi yang lain:
September Suatu Hari
A JUBILEE
Puisi-Puisi Paulus Catur Wibawa

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s