foto yulden erwin

Perawi

Puisi Ahmad Yulden Erwin

Di Portland yang dingin, sepasang gagak
               menolak menjadi angin. Matamu tersedak
mencari langit yang lain. Fajar musim semi
                 mematuki embun di putih kuntum cherry.
Hitam paruh gagak mengepak ke batang
               pohon oak. Kuning napas waktu merayap
di kerah jaketmu. Matamu telah terjepit
               di ruang tunggu. Derit kereta menjemput
jerit gagak. Para penumpang menjemput
               jerit yang lain, senyap yang lain. Tak ada
angin akan menjemput hitam sayap gagak
            ke hijau bukit itu. Sebuah teluk terbentang
ke dalam matamu. Kausesap bau ombak
               dengan kulitmu. Kautangkap jerit senyap
dengan bibirmu. Langit menjadi lidahmu.
foto yulden erwin
Foto diambil dari album Ahmad Yulden Erwin

*Perawi: orang yang menyampaikan kabar bahagia.

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s