bunga mawar

Sehalaman Kitab Flora Buatmu

Puisi John Kuan

Verbena

verbena
gambar diunduh dari bbc.co.uk

Mencari ke sudut kau siram bunga, satu kerabat
verbanaceae, kusebut sakura jelita, dari setumpuk sajak
dia nyeletuk, ekor suaranya putih, sedikit merah plum,
seolah mengatur sudut bibir, mulut gigit setetes honey
Kata orang itu warna musim semi, kau bilang rekah, aku
bilang celah. Lalu angin bertengkar dengan harumnya,
perabot ringkuk di sisi musik, puisi sembunyi ke dalam waktu

Bambu

bamboo
gambar diunduh dari treehousede.blogspot.com

Musim gugur telah masuk ke alam mimpi ikan salmon
aku perlahan mengikuti mimik dan logat suaramu
coba bayangkan sehamparan air laut musim panas
hijau, hangat, lembut dan sabar menahan samudera waktu.
Ketika angin naik, kau gemulai mengepak satu tarian
ombak, putih menggulung ke atas pantai awan senja:
sebiji bintang di luar pagar bambu bagai mutiara ungu

Birch

betula
gambar diunduh dari http://en.wikipedia.org/wiki/Birch

Tadi malam embun kristal menyerang, daun melayang
jatuh di sudut basah anak tangga, perlahan menutup sepetak
kebun sayur pagi sore kubersihkan, dan jejak bakicot berkilau
di atas setapak batu. Pohon ini dingin berdiri bagai aliran sastra
kedaluwarsa, bayang berdesir masuk ke dalam pekarangan,
aku membacanya di dalam sajak Inggris dan puisi Song
juga cerita Jepang, sedih, nyata, sehalaman sejarah sastra

Malus Asiatika

malus asiatika
gambar diunduh dari http://zh.wikipedia.org/wiki/File:Malus_asiatica_1.jpg

Satu pokok tua di halaman belakang, berjuntai buah kuning
matahari, kabarkan musim gugur telah dalam, telah amat dalam
Seringkali, kau duduk di depan jendela tulis surat panjang, terdengar
suara buah jatuh bagai sebuah titik. Petang musim gugur penuh
dengan suara limkim matang di sudut bibirmu, buka pintu lihat
dan hitung, ada berapa apel di atas tanah, pasti ada berapa titik
di atas kertas surat. Juga, dedaunan gugur adalah tanda koma.

Azalea

bunga azalea
gambar diunduh dari www. flowerinfo.org

Setiap kali melihat dia, bersandar di mulut jendela kamar bacaku
Sering diam, bawa sedikit semu malu, dia datang dari tanah jauh,
Negeri Dali di puncak awan, sungai mengalir jauh, setiap bunga
ceritakan sebuah kisah jaya dan runtuh. Dia bagaimana mengarungi
samudera, di dalam gerimis bersandar di jendelaku penuh bertata
cerita fantasi Tang dan Song, adakah sedikit cinta ditakdirkan?
Setiap kuntum mengulum airmata bagai sajak reruntuhan Tang.

Juniper

jupe
gambar diunduh dari http://www.finegardening.com

Dia merangkak di sisi setapak pekarangan depan, bagai seekor naga
merenung dalam, jarum-jarum pinus jatuh di atasnya, juga buah sanza,
bulu burung, bunga gugur. Tiada seranting kembang menjulur lewat.
Setelah oktober, dia tampak makin hening, seolah ingin menyelam
di kedalaman arus sungai. Di malam salju aku kembali hidup lampu
baca Du Fu, mendengar dia menahan isak di dalam sajak-sajak
musim gugur, bayangkan dirinya betapa kesepian dan babak belur

Mawar

bunga mawar
gambar diunduh dari http://www.flowertops.blogspot.com

Terakhir baru melihat kau, blak-blakan merah sendiri di sisi pagar
maksud awal memang tidak ingin meliputmu, di titik puncak Simbolisme
dunia barat, kau dari atas tanah bergerak ke dalam kitab, lalu memenuhi
pekarangan orang timur. Tapi aku duga para dewa tiada pengalaman
mencipta bunga, misalkan kau: Rosa. Awalnya Multiflora, dicela gampangan,
lalu diubah: Aeieularis, tapi jadi simpang siur, lalu dikelola: Indica
seperti kurang mulia, habis seluruh tenaga baru dapat: Rosa rugosa...

Iklan

Beri Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s