haram-ucapkan-selamat-natal

Selamat Natal Menurut Al-Qur’an

Oleh Dr. M. Quraish Shihab

Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: “Ada anak sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu. Kalau ada yang datang katakan: “Aku bernazar tidak bicara.”haram-ucapkan-selamat-natal“Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan pezina”, demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di gendongannya.Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: “Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup kembali.”Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s.

Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir (natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan hari keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir’aun dengan berpuasa ‘Asyura, seraya bersabda, “Kita lebih wajar merayakannya daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s.”

Bukankah, Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda? Seperti disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat bersaudara? Apa salahnya kita bergembira dan menyambut kegembiraan saudara kita dalam batas kemampuan kita, atau batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih kurang pandangan satu pendapat.

Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih yang dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada juga yang tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini, kita berhenti untuk merujuk kepercayaan kita.

Isa a.s. datang mermbawa kasih, “Kasihilah seterumu dan doakan yang menganiayamu.” Muhammad saw. datang membawa rahmat, “Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang di langit merahmatimu.” Manusia adalah fokus ajaran keduanya; karena itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.

Isa menunjuk dirinya sebagai “anak manusia, sedangkan Muhammad saw. diperintahkan oleh Allah untuk berkata: “Aku manusia seperti kamu. Keduanya datang membebaskan manusia dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan. Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus yang sakit telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan kekeliruan mereka dengan berkata, “Dia tidak mati, tetapi tidur.” Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra Muhammad, orang berkata: Matahari mengalami gerhana karena kematiannya. Muhammad saw. lalu menegur, “Matahari tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehahiran seorang.” Keduanya datang membebaskan maanusia baik yang kecil, lemah dan tertindas dhuâfaâ dan al-mustadhâ’affin dalam istilah Al-Quran.

Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawaâ (Kata Sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya mengucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan selamat natal itu?

Itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang Muslim mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan ritual. Di sisi lain, marilah kita menggunakan kacamata yang melarangnya.

Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara. Karenanya salah, bahkan dosa, bila kerukunan dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa pula, bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama kerukunan.

Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas, dan tidak juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman. Bahkan Al-Q!uran tidak menggunakan satu kata yang mungkin dapat menimbulkan kesalah-pahaman, sampai dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak disalahpahami. Kata “Allah”, misalnya, tidak digunakan oleh Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki Islam.

Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad) Demikian terlihat pada wahyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi saw. Sering menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun bertanya, “Di mana Tuhan?” Tertolak riwayat sang menggunakan redaksi itu karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan pada satu tempat, hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan serupa, para ulama bangsa kita enggan menggunakan kata “adaâ” bagi Tuhan, tetapi “wujud” Tuhan.

Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia agung lagi suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan Islam. Nah, mengucapkan “Selamat Natal” atau menghadiri perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram itu, sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat, aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluan Natal.

Adakah kacamata lain? Mungkin!

Seperti terlihat, larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau demikian, jika ada seseorang yang ketika mengucapkannya tetap murni akidahnya atau mengucapkannya sesuai dengan kandungan “Selamat Natal” Qurani, kemudian mempertimbangkan kondisi dan situasi dimana hal itu diucapkan, sehingga tidak menimbulkan kerancuan akidah baik bagi dirinya ataupun Muslim yang lain, maka agaknya tidak beralasan adanya larangan itu. Adakah yang berwewenang melarang seorang membaca atau mengucapkan dan menghayati satu ayat Al-Quran?

Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan, Al-Quran memperkenalkan satu bentuk redaksi, dimana lawan bicara memahaminya sesuai dengan pandangan atau keyakinannya, tetapi bukan seperti yang dimaksud oleh pengucapnya. Karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan memahami redaksi itu sesuai dengan pandangan dan keyakinannya. Salah satu contoh yang dikemukakan adalah ayat-ayat yang tercantum dalam QS 34:24-25. Kalaupun non Muslim memahami ucapan “Selamat Natal” sesuai dengan keyakinannya, maka biarlah demikian, karena Muslim yang memahami akidahnya akan mengucapkannya sesuai dengan garis keyakinannya. Memang, kearifan dibutuhkan dalam rangka interaksi sosial.

Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu, bila ia ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai akidahnya. Tetapi, tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.

Dostojeivsky (1821-1881), pengarang Rusia kenamaan, pernah berimajinasi tentang kedatangan kembali Al-Masih. Sebagian umat Islam pun percaya akan kedatangannya kembali. Terlepas dari penilaian terhadap imajinasi dan kepercayaan itu, kita dapat memastikan bahwa jika benar beliau datang, seluruh umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan pada saat kehadirannya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan. Bukan saja sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga sikap dan ucapan umat Muhammad saw. Salam sejahtera semoga tercurah kepada beliau, pada hari Natalnya, hari wafat dan hari kebangkitannya nanti.

Sumber: Membumikan Al-Quran

Catatan:
Artikel ini dicantumkan oleh Penulis Meributkan Natal sebagai jawaban atas tulisan Tanggapan atas Artikel ‘Meributkan Natal’ Achmad Munjid

Mungkin Anda tertarik juga membaca Fatwa Natal, Ujung dan Pangkal atau Pendapat Mufti Besar Mesir soal Merayakan Natal

~diunggah oleh RetakanKata~

Iklan

64 thoughts on “Selamat Natal Menurut Al-Qur’an”

  1. Yang jadi masalah di sini adalah, waktu kelahiran Nabi Isa as pun (Yesus menurut nasrani) masih diperdebatkan oleh kalangan nasrani sendiri. Tanggal 25 Desember? Itu hanya rekaan Kaisar Konstantin agar penganut paganisme pada zaman tersebut mau masuk nasrani karena mempercayai kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Ra, dewa matahari. Bahkan bukti-bukti yang membantah kelahiran Nabi Isa as pada tanggal 25 Desember sudah banyak terkuak. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Maryam ra melahirkan Nabi Isa as di bawah pohon kurma yang tengah berbuah, lalu kenapa perayaan natal sekarang identik dengan musim salju? Irene Handono, seorang muallaf mantan biarawati, telah menguak hal tersebut semua dalam bukunya. Sehingga jelaslah mengucapkan “Selamat Natal” salah dan diharamkan. Kalau kita menyayangi Nabi Isa as, yang terpenting bukan mengucapkan selamat pada 25 Desember yang justru tanggal yang diciptakan semena-mena oleh penganut pagan dahulu, tetapi bagaimana kita meneladani perilakunya. Seperti umat Islam yang sejatinya juga tidak wajib merayakan maulid Nabi secara besar-besaran, tapi yang diwajibkan adalah meneladaninya. Lalu untuk menjaga kerukunan? Saya pikir santat picik jika kerukunan umat beragama hanya dilihat dari saling mengucapkan selamat. Masih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mempererat kerukunan tanpa merusak aqidah. Wallahu a’lam bishshawab

    Disukai oleh 1 orang

    1. atha, tepat sekali konsep anda tentang 25 des bukan hari lahir Yesus Kristus. dan sekali lagi itu benar. namun mengapa umat Kristen tetap natalan hingga hari ini? karena tradisi di dalam agama Kristen itu sendiri. tradisi dihargai karena mampu menolong untuk mengenal eksistensi Tuhan. dalam sosiologi di sebut inkulturasi. jadi benar bahwa 25 des terkait dengan dewa ra (matahari) namun natalan 25 des sudah “dibersihkan” dari apapun yang terkait dengan dewa ra. ada proses kontektualisasi, dan dalam agama Kristen banyak terjadi. tujuan kontekstualisasi adalah agar kebiasaan, adat, pranata sosial, dll, tidak tiba2 di hapus (diharamkan), namun pelan-pelan diKristenkan. seperti misalkan Ulos, tetap diterima sebagai bagian dari agama Kristen sekaligus budaya Batak. Ulos bukan milik orang Kristen semata, tapi ulos bisa masuk Gereja, dibawa-bawa saat ibadah, bahkan dalam khotbah dapat dijadikan ilustrasi (contoh)

      jadi sudah menjadi tradisi dari kekristenan bahwa 25 Des tanggal lahir Yesus Kristus. dan sudah sangat banyak orang kristen yang paham. sehingga mereka merayakan natal tidak selalu pas tanggal 25 des. hanya ada rasa tidak lazim, balik-balik lagi namanya tradisi.

      agama dan tradisi setempat bagai celana dan baju. seperti wayang dan tembang (lagu Jawa) adalah cara yang dipakai untuk penyebaran Agama Islam pada waktu itu. sampai sekarang saya juga sering nonton wayang dan sang dalang berdakwah.

      kesimpulannya tidak apa-apa kalau tidak berkenan memberi ucapan selamat natal. hanya jika alasannya natal terkait dewa ra, saya sudah jelaskan bahwa 25 des yang umat Kristen rayakan sebagai hari kelahiran Yesus Kristus sudah “dibersihkan” dari semua hal yang terkait dengan dewa ra. maknanya sudah diperbaharui.

      terima kasih bersedia berdialog. senang dapat berkomunikasi dengan anda

      Disukai oleh 1 orang

    2. Saya setuju sekali bahwa Yesus lahir bukan tgl 25 desember. Itu juga hanya simbol saja kog. Mengenai salam selamat natal, saya rasa tidak usah dibesar2kan. Kalo tidak mau mengucapkan, ya itu tidak masalah jg bagi umat nasrani. Tapi tidak usah di haramkan seharusnya… Seolah2 jijik sekali dengan umat nasrani dalam hal hari natal… Betul sekali untuk mempererat silaturahmi itu banyak caranya… Tapi dengan menghormati hari besar agama selain agama yg kita anut, itu jauh lebih besar maknanya… Disitulah penilaian kita terhadap agama lain tersebut… Ada ustad yg mengharamkan untuk memberi selamat kepada semua hari besar agama lain selain muslim.. Apa harus demikian? Kan tidak dong… Berarti disini terlihat bahwa muslim itu tidak memiliki sosialitas yg baik… Merasa ingin hidup dalam golongannya sendiri. Sedangkan mentang2 agama mayoritas, inginya selalu dihargai dan dihormati… Kan tidak seharusnya seperti itu juga kan? Ya tapi inilah kenyataannya… Hal seperti ini tidak akan pernah hilang selama kita masih di dunia yang fana ini… Maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung… Lebih baik kita hidup bersaudara walaupun berbeda agama… Tuhan Yesus Memberkati kita semua… Amin.

      Suka

    3. Mempermasalahkan tgl kelahiran Jesus/Isa as, menurut pemahaman alkitab sama halnya dengan mencari tahu rahasia Allah, dan orang2 sprti itu dikatakan sama sperti yg melawan kehendak Allah, mengapa?
      Hal pertama bahwa sejak zaman perjanjian lama dlm alkitab Allah melalui firmanNya kpd nabi2 bahwa waktu kedatangan Jesus/Isa.as sbg penyelamat umat manusia tdk disampaikan saat dn waktu kedatanganNya
      Hal kedua oleh alkitab memaknai sama dgn waktu kedatangan yg kedua kali yaitu pd akhir zaman bahwa tdk dikatakan kapan Jesus/Isa.as akan kembali menghakimi dunia, sebab semua itu adalah rahasia Allah.
      Hal ketiga tdk pernah ada catatan sejarah dari manapun juga ttg hari/tgl dimana Jesus/Isa.as lahir sebab hal tersebut mnjadi rahasia Allah, krn semua umat manusiapun saat itu tdk tahu bahwa Ia yg dijanjikan Allah sejak zaman PL sdh lahir.
      Jadi kesimpulannya bukan berarti bahwa Jesus/Isa.as tidak pernah lahir, tgl 25 dec itulah hari yg ditetapkn utk mengingat/memperingati sbg hari lahir(utk diingat dahulu juga tdk ada penanggalan 25 dec), dan klu umat muslim sampai saat ini tdk mngakui tgl 25 dec bukan berarti bahwa Jesua/Isa.as tdk pernah ada.

      Suka

  2. natal adalah keyaqinan & ritual teman
    kita Kristiani, hormati tanpa harus mengucapkan selamat
    natal. Krn keyaqinan kita berbeda.

    Suka

    1. Bro… jangan nge-banyol. Isa bukan yesus…yesus bukan isa??!! Lha statement dr mana tuh? Ngarang atau delusi kau?!
      Satu satunya manusia yang lahir dari seorang perawan dan yang kelahirannya juga ajaib yaitu dari seorang mandul (nenek isa) di atas bumi ini dari awal dunia sampai detik ini hanyalah isa al-masiha putra maryam alias jeshua (jesus/yesus, lafal ibrani/aram/yahudi).
      Satu satunya manusia yang berbuat mukjizat dengan kuasa nya dan bukan dari kuasa gurunya atau bapaknya atau neneknya atau moyangnya ya hanya isa/jeshua/yesus/jesus dari nazareth.
      (Logic aja bro kl gk punya orang biasa alias boong mana mungkin orang romawi sampe kewalahan ngatasi dia dan pengikutnya, dan sampe pemuka agama yahudi panik macam kebakaran jenggot bahkan perkatannya bertahan sampe lebih dr 2000 tahun… mikir!)
      Disaksikan ribuan orang saat itu setiap gerak gerik dan pengajarannya. Mana mungkin tau tau kamu bilang bahwa yesus itu bukan isa. Hmmm full ngebanyol puoolll! Alias koplak kau!
      Yg bahkan di kitab si ahmad bahwa yg bakalan mengadili setiap mahluk bahkan si ahmad sekalipun yah siapa lg kl bukan isa almasiha alias yesus krist alias jesuha bin maryam atau apalah orang sebut namanya.
      Bahkan mohammad pun mengakui kesucian isa ! Dan sang ibu, yaitu maryam pun dia hormati. Jangan bebal alias keras kepala kau.
      Baru nongol belakngan dah sok taunya amit2. Main klaim aja sana sini. Bandingkan ama cara dakwah isa dan mohammad. Gk ada bandingannya bro. Mohammad di kelilingi dengan kekerasan (terutama dr paman dan saudara2nya) yah logika aja. Pasti waktu itu orang2 mikirnya : ya wes lah. Sing waras ngalah. Dr pada digorok pedangnya si ahmad. Kl cara gitu sih liat aja. Siapa aja jg bisa. Tuh liat skrg buktinya isis!!!
      Sedangkan cara isa gk bgt. Orang ikut bukan karena tekanan dr manapun. Tp terbuka sendiri mata hatinya. Karena pengalaman iman. Ingat. Pengalaman iman bro! Tanpa pedang tanpa paksaan. Manakah dr jaman itu sampai sekarang yg bisa nandingi ?
      Ini ngomong waktu beliau2 ini masih hidup lho ya. Atau paling engga 100 tahun awal2 keberadaan mereka. Kl selebihnya sih gak usah diomong. Kl negara sdh campur tangan. Dah maklum politik itu kotor.
      Lha kamu sekarang dengan seenak udel mu klaim yesus bukan isa. Gundhulmu amblek.
      Balik ke pokok persoalan ucapan selamat natal. Gw jelasin yah. Mau kamu ucapin selamat apa kagak. Natalan tetep jalan bro. Lha wong itu dah faktanya yg namanya isa memang pernah lahir di bumi ini. Yah wajib dirayakan.
      Soal loe loe pade kagak mau diusik kepercayaan soal ke Tuhan isa. Lha itu hak kamu lah. Emang gw pikirin. Tp faktanya kamu harus akui isa itu memang pernah lahir.
      Cerita kelahiran yesus yg paling akurat dah pasti dr kitab injil. Lha kan yg cerita ibu nya sendiri. Logikanya mana yg kamu percaya cerita tentang kelahiran pak soekarno? Dr ibunya atau dr tukang sapu yg tinggal di thailand yg baru umur 25 tahun, yg cmn “mungkin” denger cerita soekarno nya dr lihat televisi atau acara gosip di negaranya?
      Sekali lagu waktunya berkata… MIKIR !!!

      Suka

    2. Bahasa aslinya adalah bahasa ibrani : JUSA, bergeser ke arab jadi : ISA, geser ke eropa pakai bahasa latin menjadi : JESUS, bergeser ke indonesia menjadi : YESUS. Jadi ISA, JUSA, JESUS dan YESUS adalah individu yang sama

      Suka

    3. Bahasa aslinya adalah bahasa ibrani : JUSA, bergeser ke arab menjadi : ISA, bergeser ke eropa menggunakan bahasa latin menjadi : JESUS, bergeser ke Indonesia menjadi : YESUS. Jadi ISA, JUSA, JESUS dan YESUS adalah orang yang sama

      Suka

  3. Kajian ini kurang nyambung dgn Selamat Natal. Kenapa kita dilarang mengucapkan selamat natal. Krn org Muslim tdk mengakui bahwa nabi Isa lahir ditgl 25 Des. Dan org nasrani juga mengakui bahwa Isa mmg tdk lahir 25 Des, dan 25 Des itu adalah lahirnya Dewa Matahari yg disembah bangsa Roma. Utk menyesuaikan kebiasaan bangsa Roma yg setiap tgl 25 Des berpesta merayakan hari jadi Dewa Matahari Maka dibuatlah tgl 25 Des dianggap hari lahirnya ISA. Kita tahu bahwa tgl 25 Des bukan kelahiran Isa tapi kelahiran Dewa Matahari. Masih benarkah kita mengucapkan Slamat Ulta ke Nabi Isa?? Smoga Allah mengampuni kita semua.. hati2lah dalam menulis.. apalagi Ada seorang Tokoh…Krn Akan menyesatkan umat.

    Suka

  4. shalawat hanya untuk nabi Muhammad, kalo ga ngerti jangan sok ngerti.

    islam percaya nabi isa as tapi hanya sebatas nabi, bukan tuhan seperti yg nasrani yakini.

    Suka

  5. Orang nasrani jg g mengemis2 untuk mendapat ucapan selamat kok.. Jd ngapain ribut? Yakini dan jalani saja ajaranmu…. Akhir jaman akan menjawab segala pertentangan…

    Suka

  6. Tidak penting asal hari Natal dari mana. Saat bertemu teman Kristen, saya ucap selamat Natal, teman Hindu, saya ucap selamat hari Nyepi, teman Budha, selamat Waisak. Saya mengucapkan salam tidak berarti saya tidak percaya dengan agama sendiri. Itu namanya hormat sesama teman satu negara. Kenapa Indonesia selalu harus terpecah karena masalah agama? Kita semua manusia kok!

    Suka

  7. Tak perlu berdebat, Ajaran Islam yang ku Anut ‘ Islam Itu Damai ‘,jadi jgn sampai kita sendiri yang membuat islam itu berbeda,,,

    Suka

  8. Terserah apa kata komentator, yang pasti Dr. M. Quraish Shihab adalah orang yang benar2 menjalankan Islam sesungguhnya. Jadi saya lebih menghormati dan salute kepada beliau. Tidak Fanatik. Lebih baik jalankan ajaran agama dan terapkan dalam tutur kata dan perilakumu.

    Suka

  9. isa pilihan Allah.. kenapa mesti bedebat
    pada akhir zaman isa… akan datang.. kenapa kita mesti berdebat
    bila ajaran isa salah… kenapa Allah menurunkan dia..??
    yg terpenting yang aku tau… Allah Maha Besar…
    dan ajaran nabi.. isa.. ( yesus ) bukan sesat..
    Agama mu… agama ku… jalanilah tanpa melihat perbedaan
    kalaw Allah mau… di bisa saja jdikan kita Islam bahkan kristen
    tapi dia inggin kita berbeda keyakinan tapi tetap punya allah dihati pribadi ( salam damai )

    Suka

  10. sebenernya diucapkan selamat natal atau tidak, itu tidak jadi masalah,natal akan tetap ada sampai akhir jaman, jadi biarkan saja, seseorang mau mengucapkan selamat natal atau tidak, tidak akan mengurangi makna natal sama sekali, dan janganlah natal malah menjadi “batu sandungan” bagi saudara2 muslim kita, biar mereka mengikuti ajaran agama mereka, agar hati mereka juga menjadi tentram dengan melakukan hal yg tidak mereka inginkan, yang terpenting hidup berdampingan secara rukun dan damai. itu kan makna natal sesungguhnya.

    Suka

    1. Isa bukan yesus? Samalah macam mempertikaikan bread bukan roti.
    2. 25dec bukan hari sebenar kelahiran isa. Jadi hari apa ? Katakanlah ialah 30jan. Jadi bolehkan mengucap ‘selamat natal’ pada 30jan? Masih tak boleh?
    3. Apakah tujuan seseorang mengucapkan ‘selamat hari jadi’ ? Kita berterima kasih orang itu dilahirkan dan semoga dia dicucuri rahmat dan menjadi ihsan baik. Salahkah mengucapkan sedemikian kepada penganut agama kristen? Adakah kita mengharapkan mereka gembira dalam hidup mereka atau mengharapkan mereka mati? Kalau mereka mati mana ada harapan mualaf dan saudara baru? Adakah ini tauladan sebagai ambasador agama yang aman – tidak sudi mendoakan yang terbaik untuk orang lain? Datuk dan bapa saudara Nabi Mohammad s.a.w. bukan Islam kan?

    Suka

    1. Kalo ga mgerti – tanya dan belajar, bukan tutup mulut dan minda. Mana ada orang lahir dari perut jadi orang dewasa dan tak payah belajar berjalan. Mana ada orang sepintar kamu. Bolehkan kamu menjamin kamu tahu segalanya? Kalau tidak boleh adakah kamu sedang belajar mengerti? Jadi apakah yang menyebabkan kamu lebih terrer dari orang lain? Masih ingat cerita imam yang memperkosa anak orang lain? Imam itu manusia. Adakah segala pertuturan iman seseorang imam itu kebal dari kesalahan? Adakah imam tidak perlu berlajar? Kenapa ada imam yang mengharamkan sentuhan anjing, dan yang lain okie?

    Suka

  11. Fanatisme sempit dibungkus kebencian dan kekhawatiran serta tdk ada kepastian keselamatan sehingga tdk ada ketenangan dlm hidup dan sikp fruataai ditunjukkan dg mengharamkan apapun yg berhubungan dg agama lain..

    Suka

  12. jangan mengucap dusta sesamamu…..kamu tidak tahu siapa yg brdosa ….jadi jngan prnah membanggakan agama sendiri …kerana di akhir hayat nanti semua persoalan akan trbongkar dan hanya org yang benar saja yg trselamat….TAPI jangan heran sebab org yg kamu tidak sangka patut diselamatkan ….AKAN diselamatkan atas sikap mulia dan sentiasa merendahkan diri….

    AGAMA TIDAK MENYELAMATKANMU TAPI …APA YANG KAMU BUAT DAN KEMULIAAN KAMU KESABARAN KAMU DAN KEKUATAN YANG TELAH DIBERIKAN KEPADAMU ITULAH YANG MENJADI PENENTU RIWAYAT MU…..MERENDAHKAN DIRI ITU LEBIH BAIK DARI MENGUCAPKAN DUSTA SESAMAMU…

    Suka

    1. Jelaskan lo aja ga yakin ma agama lo..kl kami orang lslam yakin ma agama kami lslam…hanya lslam satu2nya agama yg benar disisi Allah SWT

      Suka

  13. kakak bagus yang punya kuasa hidup dan mati itu siapa.. Tuhan kan? logikanya simple,.. Nabi isa menghidupkan orang mati= Tuhan.

    Suka

  14. Artikel ini saya yakini benar, tapi yg menjadi masalah adalah tanggalnya yang tidak benar..kalau kita mengucapkan selamat natal tentu akan menjadi salah alamat karena Nabi Isa Alaihi Salam tidak lahir pada tanggal 25 Desember…

    Suka

    1. Mungkin sampeyan perlu baca lagi komen di atas. Kita umat Kristen tahu 25 Des itu bukan tanggl persis lahirnya Yesus. Kita merayakan Natal itu merayakan kenyataan bahwa Dia lahir, bukan tentang masalah tanggalnya. Oleh karena itu umat Kristen ada yg merayakan natal tgl 20 Des, 15 Des, 13 Des, 28 Des, bahkan ada yg 5 Jan atau 10 Jan. Jadi begini saja, bagaimana bila tanggal tepatnya ternyata diteliti lalu ada kepastian Yesus dilahirkan tanggal 7 Juni? Masihkah diharamkan mengucapkan selamat Natal menurut anda?

      Suka

  15. Sudah-sudah kita sama-sama anak Adam dan Hawa, ga usah ribut. yang ikhlas ngucapin ya ucapin lebih berkah, yang ga ikhlas ga usah ucapin, toh orang kristen juga ga minta-minta diucapin Natal, udah urus saja agamamu dan aqlakmu, biar kuurus agamaku, karena keyakinan ga bisa diperdebatkan tetapi diamalkan kebaikannya

    Suka

  16. Islam semua agama itu membawa damai. sadarlah saudaraku, kita Indonesia. Berbeda, namun dituntut untuk saling melengkapi. Janganlah kita terlalu fanatik. Kita didunia ini cuma “numpang tinggal” Perbuat yang baik itu yang agama kehendaki. Saya Katolik tapi banyak saudara dan sahabat saya Islam. yang Tuhan inginkan adalah kedamaian diDunia oleh karena umat-Nya. Selamat Natal saudaraku. hentikanlah perdebatan ini

    Suka

  17. Holy Quran 19:33

    وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

    Mana yang ayat 34 dari Surah Maryam?
    Bahkan artikel ini sudah dimulai dengan kesalahan (saya berprasangka baik).

    Bershalawat buat para nabi sangat baik. Terutama untuk Rasulullah SAW. Kalau saudaraku umat muslim untuk bershalawat untuk Nabinya saja jarang tiap harinya apa pantas bershalawat dan salam untuk Nabi-Nabi sebelumnya diutamakan?

    Kemudian apa betul tanggal sekian Nabi Isa AS lahir? Kalaupun benar. Rasulullah SAW saja tidak mensyariatkan tanggal lahirnya untuk dirayakan. Bahkan beliau malah mencontohkan berpuasa pada tiap hari kelahirannya.

    Wallahualam Bishawab.
    Semoga Allah SWT memberikan petunjuk buat kita semua.

    Suka

    1. waduh kalau masalah mensyariatkan merayakan kelahiran, nabi isa juga kayanya ga pernah mensyariatkan kaya gitu.. perayaan dan ritual murni produk manusia dan budaya.. dalam nasrani juga dikenal puasa dan berpantang bang, cuma bukan ketika kelahiran isa tapi ketika menjelang wafatnya isa.. perbedaan kristen dan katolik adalah kristen menghayati dan mengimani kelahiran isa sedangkan katolik menghayati dan mengimani wafatnya isa.. kalau bicara masalah tanggal itu sbenarnya cuma simbol aja krena gak ada yang tau pasti tanggal berapa isa lahir.. penetapan penanggalan masehi aja bru ditentuka setelah isa lahir..

      Suka

  18. Surat maryam, ayat 34 berbunyi ‘salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku…..’
    Dan ITU YG DISANDARKAN QURAISY SHIHAB?!?
    Bukan salam arti sebenarnya…
    tapi doa yg berbunyi ‘dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pd hari kelahiranku dan pd hari wafatku…’

    Dalam bahasa qur’an, kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku berbunyi ‘Assalamu..’
    Yg hampir sm dengan salam kaun muslim, yg artinya jelas2 doa,
    Tidak sperti ‘selamat ulang tahun’ yg gak jelas apa doa dibalik ucapan itu, karena hanya tertulis selamat-ulang-tahun.

    Dan, Kalaupun ada muslim yg mengucapkan selamat natal, silahkan sj walaupun andai muslim itu saudara sy akan sy tegurr.
    Hanya sj klo quraisy Shihab membenarkan seenak kepalanya sendiri tentang quran yg memperbolehkan mengucapkan natal, maka dr alquran sendiri diwajibkan mengucapkan dlm bahasa al qur’an yaitu Wassalamu ‘alaiya…
    Jadi, quraisy Shihab salah besar menyebutkan qur’an sudah memerintahkan mengucapkan natal.

    Suka

    1. Dari dulu saya menyangsikan keislaman qurai shihab ini…krn dia byk memelintirkan isI Alquran utk menyesatkan umat lslam..sama spt gus dur ..ulil si jil itu..hai mas quraI emang ga takut ya and jadi syirik dan Kiamat ntar bakal diminta pertanggungjawaban lo den ilmu lo yg menyesatkan umat lslam…mknya kpd umat lslam pintar2lah mencari guru agama jgn sembarangan krn skrg byk dajjal berkedok ulama

      Suka

  19. Gini aja deh ya, kalo memang di haramkan ya udah, toh banyak juga kan umat islam menghalalkan yang haram, dosa tanggung masing2 yang penting ulama telah memperingatkan akan bahayanya ucapan itu.

    Terus yg nulis artikel, tolong yah, dlm pandangan muslim yang di salib itu bukan nabi isa as. Tolong jgn di samakan, itu menurut saya.

    Dan tolong kepada umat nasrani gak usah marah kalo di haramkan, itu kan fatwa berlaku buat muslim saja, situ non muslim kok ikutan repot? No offense tolong di pikirkan, jangan sampe menyulut perang antar keyakinan

    Suka

  20. ia kelariram nabi isa haram, tapi sunah rasul yang memiliki banyak istri dengan alasan membantu kaum janda padahal sudah jelas itu perbuatan memuaskan nafsu halal

    Suka

    1. Tambah lagu ni si novrinus goblok benar kafir calon penghuni neraka maunya lo ditipu udah jelas nabi isa itu seorang manusia masak lo percaya itu tuhan masak sih tuhan kayak manusia kasian deh lo hidup du dunia menderita mati masuk neraka

      Suka

  21. agama kita pelajari agar A tidak GAMA kacau,jadi kita belajar agama .untuk kebaikan kehidupan .kita dengan sesama mahluk hidup.urusan agama adalah kita dengan allah,seandainya ada peraturan yg dibuat manusia kt renungkan kalau baik kita pakai ,karena pemuka agama banyak yg berpolitik

    Suka

  22. Mohon maaf sdara smua…klo boleh saya simpulkan…sbnarnya ini bukan masalah kesimpangsiuran tanggal lahirnya Isa as…melainkan masalah siar agama…berkenaan dengan fatwa ulama tentang haramnya bagi umat islam untuk mngucapkan selamat natal kepada umat nasrani adalah hak internal umat islam..untuk saudara yg nasrani tidak perlu tersinggung apalagi merasa terusik dngan fatwa trsbut….yg perlu digaris bawahi toh fatwa tersebut hanya sekedar pelarangan untuk ikut merayakan (walau sebatas ucapan),bukan untuk “mengusik” aplagi sampai “mngacaukan” perayaan natal yg akan dirayakan umat nasrani…

    Dalam keyakinan agama Islam agama yg diakui oleh ALLAH SWT adalah islam (dimulai risalah yg dibawa Rasulullah saw telah disi’arkan) begitupun sebaliknya bagi umat kristiani jelas bagi kalian agama yg benar adalah yg kalian anut, sedangkan yg lain adalah sesat…mungkin para ulama yg mngaharamkan ucapan selamat natal brpandangan bahwa mngucapkan selamat natal sama saja men-si’ar-kan agama kristen, dngan kata lain itu sama saja membiarkan bahkan mendukung umat nasrani semakin jauh dalam kesesatannya (dengan akidah trinitasnya)…padahal islam adalah agama dakwah yg menyeru tentang tauhid atau kemahaesaan ALLAH SWT..
    Jadi, harap untuk teman2 penganut nasrani agar memaklumi ..tidak mungkin pula kan kalian mau mmbantu si’ar agama kami (islam) dengan turut merayakan hari2 besar seperti iedul fitri, iedul adha, maulid nabi , dsb…. kalaupun ada yg turut meramaikannya maka patut dipertanyakan konsistensi org trsbut dlam mmegang teguh ajaran agamanya sbgai umat nasrani….

    Pesan saya mudah2an kita semua ttap brsatu dlm kebhinekaan sbg saudara sebangsa dan negara…semoga pALLAH SWT menunjukkan kita ke jalan yg lurus menuju ridho-Nya…amiin yaa robbal’aalamiin

    Suka

  23. Bismillah… Maaf ya saya mau komen ah, kalau memang 25 desember itu benar kelahiran isa almasih, tapi sebenarnya tgl 25 desember adalah tanggal di tetapkannya isa sebagai tuhan. Jadi bukan perayaan kelahiran isa namun di kukuhkannya isa sebagai tuhan. Begitu.

    Suka

    1. Agama tuh gk salah, yang salah yah pengikutnya.. Terlalu lebay, sok tau segalanya emang kalian Tuhan? Dosa aja gk ke hitung banyaknya.. Umat Kristen juga gk ngemis2 ucapan dari kalian n gk pusing mikirin asal usul agama Islam, mendingan damai daripada provokasi snasni demo gk jelas.Tgl 25 Desember itu hari kelahiran Tuhan Yesus. Semoga Tuhan memaafkan dosa kalian. Amin.

      Suka

  24. kenapa islam harus takut?..sebab nabi Isa akan turun ke bumi utk kali kedua…muhammad pujaan islam masih di dalam kuburannya…..muhammad manusia biasa saja yang menjadi pujaan umat islam manakala isa almasih sememangnya Tuhan sebab ia juga dapat datang ke dunia untuk kali kedua dan bukannya muhammad yang dipuja islam itu…amin

    Suka

    1. Hei. Bosou tuha goblok ..lo kafir bakalan jadi penghuni neraka..masak tuhan kayak manusia..nabi isa itu nabi bukan tuhan goblok benar sih loh…many dibohongin terus kasian deh lo…ntarhari Kiamat lo bakalan kekal selamanya dlm neraka krn ketololan lo

      Suka

  25. Tujuan nya apa di Buat ituuu???
    Coba Pahami “Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (PASAL 28E)”

    Pasal 28E :
    (1). Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih…..
    (2). Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan HATI NURANINYA
    (3). Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

    COBA PAHAMI, Kalau belum bisa jalanin UDD’45 lebih baik ANDA jngn tinggal di INDONESIA’

    Suka

  26. adduh.. kwan, jgnkan saudara kita yang nasrani.. kelompok intoleran yang sdh bnyak di Indonesia, kepada sesama muslim yg brbeda pandangan dgn mereka sja di kafirkan, ya klo tlah kluar fatwa smcam itu, seperti dari MUI.. brrti MUI sdh di kuasai jga sma klompok muslim intoleran tsb..

    Suka

  27. Beda Muhammed n nabi isa saw. Nabi isa almasi mengabungkan dua kitab antara alkitab n kitab quaris.isi alquran lebih banyak mengambil kitab n nama nabi dari perjanjian lama, cth di alquran ada nabi musa, nabi nuh, nabi yunus, dll.bapak dari muhammad beragama kristen. Bedanya sama isa almasi…muhammad meninggal dunia tidak diangkat kesorga, tapi beliau meninggal karna DIRACUN OLEH ISTRI KE 2 dari beliau.sedangkan isa lahir bukan dari hubungan suami istri, tapi melalui roh yg berasal dari allah.dia akan mati, n kematiannya udah tercatat di perjanjian lama.isa bangkit dari kematiannya(bukan ditidurkan) dan isa naik ke surga. Jadi intinya isa =jalan keselamatan, muhammad=mencari keselamatan.terbukti dicatat di alquran pas muhammad mau meninggal dia mengatakan, ikutilah ajaran nabi isa, n dia berseru meminta keselamatan dari nabi is a . muhammad juga mengatakan bahwa isa akan datang untuk menghakimi orang yg ada didunia n orang yg sudah meninggal, n itu tercatat di alquran.satu lahi isa lebih deluan lahir, sedangkan muhammad lahir setelah isa sudah lama naik kesurga.sebelum isa naik kesurga dia berkata akan ada nabi2x palsu yg akan datang setelah aku?!. Siapakah nabi palsu itu, tuhan lah yg tau. Jbu

    Suka

  28. Saudaraku, kadang kita membuat kekeliruan besar dalam menilai dan memahami sesuatu yaitu dasar penilaian itu sendiri. Sampai kapanpun tidak akan bisa benar jika saya (seorang kristiani) menilai kebenaran Islam dengan dasar Alkitab. Juga teman yang muslim janganlah memahami Kristen dengan dasar Al Quran. Walau antara Islam dan Kristen ada kaitan history yang begitu dekat, tetapi tetap tidak ketemu kalau kita menilai agama lain dengan dasar agama kita. Kalaupun itu kita lakukan, cukuplah untuk konsumsi pribadi kita dan agar lebih menguatkan kita akan agama kita.

    Contoh paling gamblang, ya, NATAL ini. sebagian Muslim mempersoalkan kebenaran tgl 25 Des adalah tgl lahirnya Isa AS, kalau tidak benar kenapa diperingati di situ, ga masuk akal. Secara umum orang Kristen mengetahui kok bhw tgl 25 Des bukanlah tepat tgl kelahiran Yesus, tetapi di posisi Kristen tidak menekankan masalah waktu melainkan kepada hakekat dan makna kelahiran itu sendiri, bukan tanggalnya. Waktu Yesus lahir siapa pula yang sempat mencatatkan tanggal berapa itu, karena yang lahir adalah bayi miskin di kandang domba, bukan seorang maharaja yang hebat.

    Contoh lainnya : Bagaimana mungkin Muslim mempercayai hakekat ke-Tuhan-an Isa AS jika itu tidak tertulis di Al Quran, dan bagaimana pula orang Kristen dapat mempercayai Muhammad SAW bisa menuntun umat ke keselamatan/sorga sementara dia sendiri harus didoakan keselamatannya oleh umat muslim sampai saat ini, dan ini tidak tertulis di Injil ?

    Jadi orang Kristen jangan memaksakan umat Muslim mempercayai ke-Tuhan-an Yesus, serta umat muslim jangan pula mengharuskan orang Kristen menerima kebenaran Al Quran.

    Yang bijak adalah mari kita selidiki keyakinan kita berdasarkan kitab suci agama kita masing-masing, dan jangan sekali-kali menilai kebenaran agama orang lain dengan dasar penilaian kitap suci agama kita.

    Perdebatan boleh tidaknya umat Muslim menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada umat kristiani, itu adalah ranah umat muslim, orang Kristen tidak etis mencampurinya. Kalau diucapkan, ya bagus, kalaupun tidak, ya ga ada masalah. Biarlah umat dan pemimpin-pemimpin muslim yang menyelesaikannya. Gak ada masalah, jangan dipersoalkan.

    Mungkin kamu tersinggung karena merasa agamamu tidak dianggap benar oleh teman muslim, sehingga haram mengucapkan selamat natal. Kalau itu terjadi berarti orang Kristen tidak fair. Sepantasnya lah umat muslim tidak mengganggap benar agama kristen, seperti orang Kristen juga tidak menganggap benar agama Islam. Kalau muslim menganggap benar Kristen, pidah agama donk mereka, dan sama saja jika Kristen mengganggap Islam benar, jadi Mualaf donk kamu.

    Yang penting kita butuhkan adalah “Mari kita yakini agama kita dan mari kita maklumi agama teman kita. Jangan memaksa teman kita mempercayai agama kita, dan jangan sekali-kali kita mempercayai agama teman kita. Kita cukup memakluminya !”

    Itu saja.
    Jangan bertengkar !

    Disukai oleh 1 orang

  29. Ini bkn mw mncari yg terbaik dari yg baik.
    cukup imani masing” yg telah kita bawa dari org tua qta di saat qta hadir ke bumi ini.
    Kalau memang Pengikut ajaran Yesus/Isa a s itu sesat dan kekal d’neraka bagi pengikutnya, (Kafir,Nasrani) kenapa Tuhan ALLAH (dlm Nama Bapa) mengutus anaknya yg tunggal Tuhan Putra (Yesus) turun kebumi?? Bknkah saudara” q yg muslim jg Tau dan Tertulis d’kitab saudara Isa bsa mnghidupkn org mati, mnymbuhkan, dan bnyk lg mukzijat dan Kuasa yg telah d’perbuat dan dinyatakan oleh NYA.
    Apa mngkin kami Kafir ini disesatkanNYA??
    Sebaiknya cukup belajar, dan Yakini serta Amalkan ajaran masing”..
    Ingat…!!!
    Kekuasaandan Rahasia ALLAH melebihi akal dan Pikiran siapapun.
    bahkan sekh/patinggi agama mana pun..
    Just Believe n Trust in You Jesus Crisht..

    Suka

  30. Salam sejahtera bagi kita semua..
    Ampunilah mereka sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat
    Marilah kita jalani hidup yang damai…sebelum kita kembali menuju kepada -Nya
    Tidak ada yang sempurna di dunia yang fana ini..
    Bagi saya mengucapkan selamat Natal selamat nyepi,selamat Idul Fitri, selamat waisak…adalah wujud toleransi kita sebagai sesama manusia..
    Salam..

    Disukai oleh 1 orang

  31. Bagi saya sih simple saja. Perayaan natal diadakan pertama kali 3 abad setelah nabi Isa As. Jika kita lihat jarak antara Nabi Isa as dgn Nabi Muhammad SAW yg berjarak lebih kurang 6 abad, maka timbul pertanyaan saya. Adakah Nabi Muhammad SAW mengucapkan selamat Natal Kepada umat kristiani pada saat itu dan tercantum pada Sunah2 yg ada? Jika Beliau mengucapkan maka kita boleh mengucapkannya, krn kita harus mencontoh perilaku Junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Kalau tidak ?????
    Boleh dibaca link berikut utk memperkaya pengetahuan krn berhubungan dgn apa yg ditulis oleh Quraisy Shihab ini. Terutama memgenai surah Maryam yg menjadi nukilannya.

    Suka

  32. Dia kan antek JIL, dan islamnya syiah… masih aja didengerin khotbahnya. Tugasnya kan memelintir qur an. Sekalian merusak aqidah. Buat yg mau kasih ucapan selamat, silahkan saja….. kan lakum dinukum waliyadin. Islam aja beda2… pasti menjalankannya juga beda2.

    Suka

  33. Kita mengenal nabi isa…dgn menyematkan…AS kepanjangan dari alaihi salam yang mempunyai arti semoga tetap tercurahkan keselamatan atasnya,,,,mk sdh selayaknya natal kelahirannya kita beri penghormatan….

    Suka

Komentar ditutup.