Arsip Tag: ahmad yulden erwin

Perawi

Puisi Ahmad Yulden Erwin

Di Portland yang dingin, sepasang gagak
               menolak menjadi angin. Matamu tersedak
mencari langit yang lain. Fajar musim semi
                 mematuki embun di putih kuntum cherry.
Hitam paruh gagak mengepak ke batang
               pohon oak. Kuning napas waktu merayap
di kerah jaketmu. Matamu telah terjepit
               di ruang tunggu. Derit kereta menjemput
jerit gagak. Para penumpang menjemput
               jerit yang lain, senyap yang lain. Tak ada
angin akan menjemput hitam sayap gagak
            ke hijau bukit itu. Sebuah teluk terbentang
ke dalam matamu. Kausesap bau ombak
               dengan kulitmu. Kautangkap jerit senyap
dengan bibirmu. Langit menjadi lidahmu.
foto yulden erwin
Foto diambil dari album Ahmad Yulden Erwin

*Perawi: orang yang menyampaikan kabar bahagia.

Iklan

TANKA MAGNOLIA

Puisi Ahmad Yulden Erwin

kita adalah percik
dari kesunyian,

jejak kosong
di ladang bintang-bintang,

lalu puisi dituliskan
— perlahan

satu dunia tercipta,
tumbuh di putik magnolia,

mekar dan gugur,
lalu hancur

— tanpa kata
matahari kita:

mekar di kuntum magnolia.

catatan:

cempaka
gambar diunduh dari Ahmad Yulden Erwin facebook

Tanka dalam puisi Jepang artinya: puisi panjang. Padahal sebenarnya tidak panjang. Ia disebut panjang, hanya karena lebih panjang daripada puisi haiku yang hanya terdiri dari 3 baris dan 17 suku kata.

Bunga Magnolia, sejenis bunga cempaka. Wangi. Penyebaran utamanya di Asia Tenggara dan Asia Timur. Sekarang menyebar juga di Amerika Serikat. Fosil-fosil bunga Magnolia ini ditemukan bahkan berumur sampai 20 juta tahun,  sehingga diketahui bahwa Magnolia berevolusi lebih awal daripada lebah, hewan yang sekarang menjadi penyerbuk utama bunga ini. Marga dari bunga Magnolia mencakup sekitar 120 jenis. Nama marga Magnolia ini diambil dari nama botaniwan Prancis, Pierre Magnol.