Arsip Tag: hati

Puisi-puisi Damae Wardani

Rentang

Ini tentang rentang
Rentang yang membentang antara hadirku dan hadirmu
Rentang yang membelah hatimu dan hatiku
Rentang yang,
Tampak begitu terentang: 7 langit, jutaan kilometer, milyaran kaki
Tampak amat jauh terbentang

Lalu mengapa harus kurasa suara
Dari nurani yang tak bersuara?
Adakah kau bersemayam di sana, Tuhan?

agama agama
gambar diunduh dari hr2012_wordpressdotcom

Beda Sama

Jalanmu jalanku memang beda
Jalanmu jalanku memang tak sama
Jalanmu, jalanmu
Jalanku, jalanku

Kiblatku kiblatmu memang beda
Kiblatmu kiblatku memang tak sama
Kiblatmu, kiblatmu
Kiblatku, kiblatku

Imamku imammu memang beda
Imammu imamku memang tak sama
Imammu, imammu
Imamku, imamku

Tapi apatah harus kita mem-beda
Bila tujuan kita sama:
Tuhan

Dan, Tuhanku Tuhanmu Tuhan mereka
Haruskah di-beda?
Bila memang sama-sama:
MahaEsa

Damai Wardani
Garuda with White Rose

Damae Wardani, gadis pecinta puisi yang berdomisili di http://damai.malhikdua.com

Iklan

Puisi Kekasih Hatiku

Flash Fiction Ragil Koentjorodjati

ilustrasi ilikesunflower.files.wordpress.com
Ini puisi kekasih hatiku. Katanya, ia tidak mampu menuliskan rasa dalam kata. Jadi, ia memintaku memaafkan kenaifannya. Tentu saja, itu sesuatu yang tak perlu diminta.
Awalnya ia bertanya, “Kata apa yg mewakili hati penuh syukur, berpasrah dan meletakkan segala persoalan pada-Nya?”
“Cukup rumit kurasa. Kenapa tidak kaupakai metafor saja?”
Hingga di satu ketika, ia menuliskan dua kata pertama, kerudung jiwa. Lalu serupa mantra, kata-kata menggelora dari hatinya.

Kerudung Jiwa

Inginku hanya sederhana,
menjadi perempuan seutuhnya
menghamba Ia Sang Maha Cinta
dengan segenap pujian dari setiap degup dada

Kututupi jiwaku yang suci sejak di detik pertama kelahirannya
berkerudung doa berenda puja
agar senantiasa perawan hingga ajal menjelang.
Bukankah tidak ada aurat yang lebih berharga selain jiwa suci yang Ia titipkan dalam hati?

Kujaga pandanganku dari buruk prasangka
Kujaga bibirku dari bicara sia-sia
Kujaga tubuhku dari gerak tanpa makna
Kubiarkan mereka yang mengejekku kala tak kukenakan penutup kepala
Kumohonkan maaf bagi mereka yang mengataiku mengumbar nafsu pria
Kulapangkan jalan bagi mereka yang menuduhku berlumur dosa

Sebab Ia tidak memandang apa yang menutup kepala
Sebab Ia menginginkanku mengenakan kerudung jiwa
Agar satu-satunya aurat yang kupunya, layak kupersembahkan pada-Nya.

Itulah puisi kekasih hatiku. Lucu ya? Tapi, ia tidak sempat menuliskannya. Sang Maha Cinta memilih jiwa perawan kekasih hatiku bersemayam di kalbu-Nya. Hanya bisiknya yang kudengar dari surga.

Medio juni 2011