Arsip Tag: humor

Orang Beragama Lebih Tahu Cara Bertobat

ilustrasi: wahyudidjafar.files.wordpress.com
Menanggapi isu maraknya korupsi di kementerian agama, seorang wartawan menyempatkan diri mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut kepada tokoh LSM.
Wartawan : Bagaimana komentara anda tentang maraknya korupsi di kementerian agama?
Si Polan : Biasa saja. Dari atas sampai ke bawah. Dari depan sampai belakang. Dari yg sudah lulus sekolah sampai yang masih sekolah.
Wartawan : Maksutnya?
Si Polan : Ya memang begitu. Sekolah dan pesantren juga tidak luput dari perilaku ghulul (korupsi –red). Kalau ada bantuan nih ya, musti setor infaq dulu 10%?
Wartawan : Ah? Yang bener? Masak segitunya?
Si Polan : kalau di sekolah, praktik korupsi dilakukan guru dengan modus meminta sumbangan kepada orang tua murid dengan dalih bermacam-macam, kelihatannya ringan tapi sistemik. Korupsi yang dilakukan di sekolah dan pondok pesentran, sebagian disetor ke dinas. Dari dinas sebagian di setor ke kepala daerah. Kemudian dari kepala daerah sebagian disetor partai politik.
Wartawan : wah..wah..wah, kementerian agama kan mestinya tahu ajaran agama. Kok masih melakukan korupsi sih?
Si Polan : Pernah juga saya tanya begitu. Jawabnya, justeru karena paham ajaran agama, kami lebih tahu caranya bertobat.

GGL (2)

Karena suatu kecelakaan, Dulkiyuk, si sopir dablongan, dan Nyonya pejabat meninggal bersamaan (memang kalau jodoh gak kemana 😀 ). Waktu itu Dulkiyuk nyopirnya kurang ati-ati sih… Matilah mereka berdua. Sampai di gerbang akhirat mereka berhadapan dengan malaikat penginterogasi. Malaikat ini bertugas menguji layak tidaknya seorang manusia masuk surga. Mulailah wawancanda mereka bertiga.
Malaikat bertanya ke Dulkiyuk: Siapakah Tuhanmu?
Dulkiyuk: Allah SWT
Kalau kamu Nyonya?
Nyonya: Lupa!
Malaikat ke asistennya: catat jawaban mereka!
Malaikat: Dulkiyujk, apa bekal yang kamu bawa dari dunia?
Dulkiyuk: Ampun malaikat. Hamba tidak berbekal apa-apa. Hamba masih penuh dosa. Bahkan hamba pernah berpikir agar Nyonya lupa sama suaminya lalu hehehe, malaikat tentu tahu pikiran hamba. Ampuni hamba ya malaikat …..
Malaikat: Hmmm…. Kalau kamu gimana Nyonya?
Nyonya: Lupa!
Malaikat ke asistennya: Catat! Terus kesimpulannya gimana mereka ini?
Asisten: Sesuai catatan, nama Dulkiyuk masuk neraka Tuan! Tapi kalau Nyonya ini…..
Malaikat: Nyonya ini kenapa? Kok diam saja?
Asisten berkata ke Malaikat sambil mengedipkan sebelah mata: Ampun Tuan. Sepertinya kita lupa mencatat namanya. Di neraka nggak tercatat, di surga juga nggak ada namanya.
Nyonya: Whloh?? Kok bisa gitu? Udah deh, berapa aja gua bayar…asal masuk surga.”
Dulkiyuk: xixixixi susahnya jadi koruptor, di dunia ditolak, di neraka ditolak, apalagi di surga… Jangan-jangan lupa juga kalau gua sopir nyambi simpenannya. Duhai sedihnya di neraka sendirian wua….wua… 

GGL (1)

GGL nih bukan gigolo lho. Buang dulu tuh piktor, hehehe. GGL nih singkatan Gara-Gara Lupa. Sekarang trendnya kan gitu; misalnya karena lupa, sidang ditunda. Karena lupa kalau duit rakyat, main ambil saja, dikira duit sendiri. Karena lupa kalau lagi di syuting, kelihatan noraknya saat sidang terhormat :D.
Nah, cerita yang mau kutuliskan ini tentang lupanya Nyonya pejabat kaya raya. Gara-gara lupa, ada sedikit rasa gembira yang dirasakan Dulkiyuk, sopir si Nyonya. Pasalnya majikannya dinyatakan menderita sakit lupa. Bukannya mau nyukurin tuh majikan, tapi setidaknya dia akan terbebas dari caci maki kalau kerjaan nggak beres. Lupa sih…
Lebih menyenangkan lagi, Dulkiyuk dipastikan akan sering mendapat “rejeki tiban”, entah karena majikannya lupa menaruh uang di meja atau hanya lupa meminta uang kembalian kalau menyuruhnya belanja ke pasar. Lebih mantab lagi, kalau majikannya lupa siapa suaminya, apa nggak “ketiban duren” namanya jiakakakak
“Dulkiyukkkkkk….!!”
“Ya, Nyonyaaaaaaaaaaaa…!”
Pasti majikannya akan menyuruh dia belanja ke pasar. Rejeki pertama nih, pikirnya.
“Tolong belikan multivitamin sebentar ya….”
Waduh… beli multivitamin nih xixixixi
“Siap Nya, uangnya Nya?”
“Oh, ya lupa. Hehehe. Nih, 50 cukup kan?”
Wahhh, kalau nyuruh tapi lupa ngasih duit nih bahaya… pikir Dulkiyuk.
“Cukup Nya, cukup,” girang Dulkiyuk. Rejeki 25 rebu akan segera ditangan. Hehehehe.
Segera dia meluncur ke apotik seberang jalan. Tak berapa lama kemudian.
“Ini Nya multipitaminnya. Tumben beli multipitamin, Nya” kata Dulkiyuk mulai cengegesan.
“Oh, ya. Terima kasih ya…”
Yah, pancingan nggak disambut nih. Tapi nggak papa, yang penting dapat duit kembalian. Hehehehe, kalau rejeki emang nggak kemana, pikir Dulkiyuk sambil ngeloyor pergi. Baru tiga langkah….
“Dulkiyukkkkkk….!!”
“Ya, Nyonyaaaaaaaaaaaa…!”
“Mana kembaliannya…??!!” Teriak si Nyonya, garang.
Dulkiyuk,”#$%%$#%*&^$% Wedeew!! Waktu nyuruh beli dia lupa kasih duit, giliran kembalian, ingat! Dasar koruptor! %^%#$#$%%!!??”

Jangan Remehkan Akuntan (2)

sumber gambar: uziek.blogspot.com
Suatu ketika serombongan HR dan Akuntan berangkat menuju tempat konferensi perusahaan di kota lain. Mereka berada pada satu gerbong kereta api yang sama. Semua HR sudah membeli dan memegangi tiket masing-masing. Berjaga-jaga kalau ada pemeriksaan tiket. Sementara kelompok akuntan hanya membeli satu tiket. Mengetahui hal tersebut, para HR tersenyum sinis, sambil menggeleng-gelengkan kepala berkata,”belum tahu mereka itu…kena pemeriksaan baru tahu rasa xixixixi”
Tiba-tiba salah satu akuntan berkata,”kondektur datang!”
Segera sekelompok akuntan tersebut masuk ke toilet yang sama di belakang gerbong. Kondektur memeriksa tiket para HR dan tersenyum puas mendapati mereka semua membeli tiket. Ketika melewati pintu toilet dan menyadari ada orang di dalam, kondektur berkata,”maaf, tiketnya!” Segera salah satu akuntan menyodorkan tiket lewat sela-sela pintu. “Terima kasih!” kata kondektur sambil berlalu.
Para akuntan keluar dari toilet sambil tersenyum puas melirik para HR. Xixixixixi
“Semprul! Tunggu pembalasanku,” batin para HR.
Tibalah waktu pulang dari konferensi, dan dua kelompok profesi tersebut kembali berada dalam satu gerbong kereta api. Para HR gantian hanya membeli satu tiket. Akuntan tidak membeli tiket sama sekali.
“Xixixixi, dasar gebleg,” bisik para HR satu sama lain.
Tiba-tiba salah satu akuntan berkata,”kondektur datang!”
Segera para HR berlarian menuju satu toilet dan mengunci dari dalam. Para akuntan dengan santai memasuki toilet di seberang gerbong. Sebelum akuntan terakhir masuk, ia mengetuk pintu dimana para HR berada dan berkata,”maaf, tiketnya!”Begitu tiket disodorkan dari balik pintu, akuntan tersebut langsung mengambil dan menyerahkan ke kondektur sambil masuk ke toilet dimana teman-temannya berada!

Disadur dan diadaptasi dari email berbahasa inggris seorang sahabat

Jangan Remehkan Akuntan (1)

sumber gambar: uziek.blogspot.com
Suatu ketika serombongan HR dan Akuntan berangkat kunjungan keluar kota dengan menggunakan pesawat. Entah karena apa, tiba-tiba pesawat mengalami kecelakaan tersangkut di sebuah pohon raksasa setinggi 100m. Enam penumpang berusaha bertahan dengan menggelantung di sebuah dahan. Lima orang berprofesi sebagai HR, dan satu orang akuntan. Sayang, dahan terlalu lemah untuk digelantungi 6 orang. Sambil bergelantungan, mereka bermusyawarah dan memutuskan bahwa satu orang harus rela berkorban demi menyelamatkan yang lain.
Sekian lama menunggu masih belum ada yang mengajukan diri untuk berkorban. Lagian, mana ada orang yang dengan sukarela mengajukan diri untuk mati dalam kondisi demikian. Bunyi retakan dahan mengingatkan mereka bahwa harus ada yang berkorban untuk yang lain. Tampaknya, lima orang HR sudah mulai frustasi dan memilih “tiji tibeh – mati siji mati kabeh” (kalau satu mati maka yang lain juga harus mati). Disaat kalut demikian tiba-tiba akuntan dengan penuh perasaaan berkata,”Baiklah…demi kepentingan semua, saya akan menjatuhkan diri. Akuntan sudah dipersiapkan untuk berkorban demi perusahaan. Meninggalkan keluarga demi perusahaan. Tidak pernah meminta ganti atas biaya yang dikeluarkan. Bekerja sampai larut tanpa uang lemburan. Fiuh….”
Begitu akuntan selesai berbicara, seluruh HR bertepuk tangan…..tentu saja mereka semua langsung jatuh!!!

Disadur dan diadaptasi dari email berbahasa inggris seorang sahabat.