Arsip Tag: puisi

JIKA

Puisi Ragil Koentjorodjati

ilustrasi dari imrontblogspotdotcom
Jika kasih itu kisah,
maka tarian kata tak ingin kuberi tanda titik,
meski kadang berselaput tanya,
namun ia bukanlah sejenis binatang yang suka pakai tanda seru
Jika kasih itu kisah
maka kuserahkan sepenuhnya padamu, sang pengarang,
apakah itu sebuah titik, atau sebuah tanya,
tak perlu kupahami yang tak terjangkau,
cukup bagiku bahwa aku pernah ada

Dari setiap hembusan nafas,
awal dan akhir cerita terangkai
ketika kata tak lagi bermakna,
hidup adalah sebuah doa.

19 April 2011
menanti tengah malam.

Iklan

Sajak Rembulan Merah

Rembulan merah,

images from anotherorion.multiply.com

langkahmu gontai
lunglai, seperti manusia-manusia kami yang terbantai
nyaris habis terkikis bengis
tanpa rasa

sepertinya kami tak pernah mengenal kata cinta

Rembulan merah,
Singgahlah sejenak di bumi kami
ceritakan pada kami tentang senja yang menggantung di pucuk cemara
atau tentang nyanyian kedasih di kolong lembutmu
atau tentang apa saja yang merona karenamu
agar rindu kami tetap padamu

Tetap padamu

Ketika jiwa kami membeku
bahasa batu meruntuhkan ruang-ruang imaji
merobek segenap nurani lalu singgah dan beranak pinak di hati yang melegam terendam dendam
biarlah rindu kami tetap padamu

Rembulan merah,
Katakan pada kami mengapa dari hari ke hari cahyamu memuram
bahkan teramat temaram untuk sekedar membaca firman
yang entah sejak kapan terlupakan

Atau, salah kami yang memberimu warna semerah darah?

Medio Maret 2011

Doa Saja Tidak Cukup

image from dodiksetiawan.wordpress.com
…dan kita termangu,
masihkah bumi ini punya kita?

Berduyun orang menjerit dan limbung
terpatah…
tercabik awan panas membumbung.
Lalu legam nasib menghitam
bau daging terpanggang memenuhi ruang
sapi, kerbau, ayam, kambing
(…dan kami sama perihnya)
tak lagi lada sebagai penghangat suasana
tapi berton-ton debu membasuh kalbu.
Kalbu yang sekian lama buta, tuli dan bisu
…dan kita termangu.
Benarkah kita kuasa atas semesta?
pantai
gunung
udara
tanah
tak lagi ramah
lalu semua beribadat
tanpa beribadah

…dan kita termangu,
tak juga beranjak berkarya …….
meski sederhana,
doa saja tidak cukup

Atau…
Sangkamu, Tuhan itu budakmu?

Repost: puisi yag dibuat untuk mengenang korban merapi 2010