Arsip Tag: ratapan perindu

Puisimu Mawarku

Puisi Endah Soe Trusthi

mawar dan hujan

aku masih ingin kau buatkan puisi
tukar dengan mawarku

hurufmu mewangi
kuharap bungaku juga bermakna

beri aku sebait
lalu aku petik setangkai

di puisimu ada hujan
juga matahari
mengertilah
di kebunku hujan dan matahari menyuburkan mawarnya
pada pagi mawar takhluk untuk dihinggapi embun
yang menjadi judul kerinduan pada puisimu

6 Oktober 2011

Tentang Engkau

Puisi Rere ‘Loreinetta
Siapakah Kau yang mengubah benci menjadi cinta buta tak terkendali?
Siapakah Kau yang di bumi, namun aku mencariMu hingga ke langit?
Apakah Kau sengaja merangkum drama kepedihan menjadi cerita cinta?
Seorang penyairkah Kau atau penyihir, yang telah memetikkan sebuah bintang untukku?
Kau hidup dalam diriku, berjalan, menyalakan parafin dan terlelap.
Kau tidak meninggalkanku, akulah yang tertinggal.
Kehausanku menjadi kekasihMu jauh lebih manis dari semua yang manis,
BersamaMu tak ada apapun yang membahayakan diriku
Walau kegelapan dan kebencian mereka bagaikan awan ancaman yang menyelubungiku.
Tetapi bukankah mutiara tetap bersinar di tempat yang gelap kelam,
Dengan latar yang suram bahkan mutiara bersinar lebih terang.
Kerengganganku padaMu membuatku teringat kembali akan rayuan para perindu.
Mengapa aku tak lagi merasa akrab padaMu?
Menjauhkah Engkau karena jarak yang kubentang sendiri?

Sungguh Engkau Sang Maha Kreatif yang selalu menempaku dengan cobaan dan godaan.
Saat satu masalah berhasil kutaklukkan, Engkau memberi kerumitan baru yang penuh teka teki.
Bagaimana memaknainya jika hatiku kusut begini?
Rasanya seperti berjalan sendiri.
Sebentar-sebentar bersandar pada bahu yang sama rapuhnya.
Sedikit waktu terdiam dalam kacau, sunyi, bising dan termangu.

Perjalanan panjang ini penuh hambatan, belum lagi kumengumpul bekal yang banyak untuk tiba di tempat tujuan, tempat menuai kisah hidup sendiri, tapi sedikit bekal yang kupunyai bahkan kuhamburkan di tengah jalan, begitu saja dan sia-sia.
Adakah mataMu yang masih sudi melihatku walau dengan memicing? Aku tersendat dan terhambat meraih syafaat Para Suci. Tekurung aku dalam puja puji dunia yang tak perlu. Bantu aku yang tak bisa menolong diri sendiri. Aku menunggu dan mencari-cari. Mencuri yang benar dari mana saja yang kutemui.

Maukah Engkau akrab denganku lagi bila kumerayu dengan rindu, atau kumeratap dengan pilu?
Aku tak letih menanti cintaMu.