Arsip Tag: senja

Selikuran

Puisi Lentera Bias Jingga

gambar diunduh dari ervakurniawan.file.wordpress.com

riang hati
melihat mereka..
anak-anak kampung
bermain kembang api
meriam bambu
bercahakan lilin kecil
di beranda masing-masing

bermain alip cendong,
peta umpet dan umpyang
lepas tarawih malam selikuran
sepuluh ketiga waktu ramadhan
hati bahagia sebentar lagi lebaran

malam bermandikan cahaya
obor, sentir sedikit bintang
anak-anak riang berjelang-jelang
berganti  memegang kembang api
terang benderang

tapi semua tinggal kenangan
malam selikuran sudah tak punya ruang
memasang lilin di halaman senta-senja
lapangan dan taman-taman
malam sepi anak-anak riang bermain kembang
selikuran tak akan terulang sepanjang ramadhan

Tentang Masa, Ketika Aku Hidup Untuk Mencintaimu

Puisi Dianna Firefly

mother's love
Gambar diunduh dari http://www.kemonbaca.blogspot.com

[1]
Mungkin di keheningan ini, aku bisa mendengar suaramu.
Yang tak ada pada nyata.
Yang begitu sulit menembus masa,
Ketika aku hidup untuk mencintaimu.

[2]
Dan sunyi bersetubuh dengan angin, merajam jiwaku. Desaunya mengantar berita, kamu sudah tak ada. Jadi percuma aku berkelana, mencarimu di lorong-lorong khayalku. Memang sudah tiada, pagi di mana aku bisa suguhkan kopi manis untukmu. Memang sudah tiada, senja yang kurancang untuk melihat wajah tuamu berkilauan di bawah cahaya. Memang tak akan pernah ada, malam di mana aku bisa mendoakanmu.

[3]
Karena seorang anak akan mencari sepi di mana ia bisa mengenang kedua orang tuanya. Namun kau memang tak pernah ada, ketika sepi, bahkan seramai apa pun hidupku.
Senyap.

[4]
Karena memang selalu ada waktu bagi jiwa untuk merindukan seseorang yang tak pernah ada saat aku membuka mata. Mungkin dia ada, di masa lalu yang paling suram, yang semua orang ingin meniadakannya. Tapi jika aku bisa, aku ingin dewasa kala itu juga, agar aku bisa memilah mana yang baik dan jahat. Melihatmu untuk mengerti posisimu. Mendengarmu untuk memahami kondisimu. Memelukmu meski sekali saja dalam hidupku. Namun kini aku terlanjur tahu segala yang buruk tentangmu. Bagaimana mungkin aku bisa mencintaimu?

 

April 2012

*) Untuk saudara-saudaraku di jalanan, anak-anak yang ditinggalkan; kita.

 

Penulis: Dianna Firefly, berusia dua puluh tahun namun terkadang merasa telah hidup ratusan tahun lamanya. Tentu usia seperti itu tidak terbukti karena usia twitternya saja baru dua tahun. Twitter? Intinya mau promosi, jangan lupa follow @DiannaFirefly ya.

Juni

Puisi Nihayatun Ijaji

sendiri dalam hujan
gambar diunduh dari 3.bp.blogspot.com

Juni

Langit kian terbakar ketika senja mendekatinya

Tanpamu….

Segala yang mudah pun kianlah sulit

Kenangan tentangmu

Berliku luka yang dalam

 

Juni

Aku sesak

Bahkan ketika segar udara membanjiri tubuhku

Tanpamu …

Segala yang manis pun kianlah pahit

 

Juni

Cerita kita

Tak mungkinkah terjalani lagi

Segalanya berlalu

Waktu berlalu

Siang berlalu

Dan hanya cintamu yang tak pernah berlalu di jiwaku..

 

 

 

Penulis seorang aquarius kelahiran 2 Februari, bernama lengkap Nihayatun Ijaji.